GAGASAN
Ade Supandi (polindonetwork/dok)
13/7/2015 11:44:56
1422

Kearifan Lokal di Gunung Padang Harus Terus Digali

Harianlampung.com - Budaya nenek moyang Indonesia lebih tinggi dari negara lain. Bedanya, di luar negeri bangunan dibangun secara terbuka, namun di Indonesia bangunan dibuat tertutup seperti punden berundak Gunung Padang yang di dalamnya memiliki ruangan atau rongga besar.  

Demikian disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, yang juga Ketua Pembina Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) Gunung Padang pada acara buka puasa bersama di rumah dinas Kasal, di Jalan Diponegoro, Jakarta, kemarin.

Ade Supandi mengatakan, Gunung Padang tidak berdiri sendiri.  Untuk itu diperlukan maping agar dapat dianalisa dari segala aspek, seperti apakah dahulunya fungsi bangunan tersebut. Apakah sebagai tempat pemujaan, atau sebagai pusat pemerintahan. Letak sumber mata air dan aliran sungai, bangunan lain di sekitarnya, juga perlu dipetakan.

“Harus terus digali kearifan lokal di Gunung Padang," ujar Ade yang kerap mengunjungi situs yang diperkirakan berusia belasan ribu tahun yang lalu itu.

Acara buka puasa bersama di rumah dinas Kasal itu dihadiri Dirjen Pesisir dan Pulau-pulau kecil Kementerian Kelautan, Sudirman Saad, inisiator TTRM Andi Arief, Pemimpin Umum Kantor Berita Politik RMOL Teguh Santosa, para peneliti TTRM seperti DR Ali Akbar, Wisnu Agung Prasetya, Y Paonganan, Erick Rizky, DR Budianto Ontowiryo, juga mantan Dandim Cianjur Letkol (Inf) Mohamad Andi.



(pin)