GAGASAN
Anshori Djausal (pin/ist)
15/3/2017 15:21:38
854

Ekologi Pembangunan Jalan di Kawasan Konservasi

Harianlampung.com - Ada banyak dampak negatif dari pembangunan jalan raya di kawasan konservasi, mulai dari roadkill, kehilangan habitat satwa, polusi udara dan air hingga polusi suara.

Demikian disampaikan, Dosen Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila) Ir. Anshori Djausal, M.T dalam kuliah umum yang bertajuk "Ekologi pembangunan jalan raya di kawasan konservasi" di Kampus Unila, Rabu (15/03).

Anshori memaparkan, meski banyak dampak negatif, tetap saja pembangunan jalan raya di kawasan konservasi dilakukan oleh pemerintah atas alasan pengembangan ekonomi.

Mengingat maju atau tidaknya suatu daerah dapat dilihat dari perkembangan perekonomian daerah tersebut. Berkembang atau tidaknya suatu perekonomian terletak pada insfrastuktur jalannya.

"Lalu adakah solusi agar pembangunan jalan ini tetap berjalan tanpa menyentuh kehidupan satwa. Tentu ada,  Salah satunya dengan ekologi ini. Dimana ekologi sendiri merupakan pembangunan jalan tanpa mengusik lingkungan," jelas Anshori.

Anshori menyatakan, dalam pembangunan yang melibatkan orang teknik tersebut perlu dipelajari tentang pengaruh jalan terhadap populasi satwa. Dan diharapkan dengan adanya studi dibidang ekologi itu dapat menjadikan standar pembangunan yang baik.

"Dengan melibatkan satwa dalam kajian tentu akan menghasilkan pembangunan yang ramah kepada habitat satwa-satwa itu sendiri, selain memprioritaskan satwa dan habitatnya pembangunan juga perlu memikirkan bagaimana pengelolaannya seperti area parkir, dan fasilitas lain yang terkait pada pembangunan jalan raya," jelasnya.

Anshori menyebut, banyak pembangunan jalan raya, yang tidak mempertimbangkan populasi satwa di sekitarnya, Juga, masih banyak pembangunan jalan yang tidak mengakomodasikan kepentingan lingkungan dan satwa liar.  Akibatnya banyak satwa yang mati karena habitatnya hilang.

Menurutnya, sangat penting studi tentang ekologi jalan raya. Selain dapat menjadi jalan tengah,  pembangunan jalan yang disertai cara-cara yang baik untuk tetap mengakomodasi dan melindungi kepentingan lingkungan dan satwa liar juga dapat teratasi.

"Ilmu ekologi jalan raya ini, nantinya akan mempelajari dampak baik dan buruk bagi lingkungan sekitar. Jadi para kontraktor yang nantinya akan membangun jalan dikawasan konservasi dapat paham. Bagaimana cara membangunya," katanya.

Dikatakannya, dengan ilmu ekologi yang berbasis penataan ruang, kebijakan pembangunan, maka akan terwujud pembangunan yang berkelanjutan. Dan tentunya yang memadukan lingkungan dengan kegiatan ekonomi, sosial dan budaya.
(nlm/yls)