GAGASAN
Juniardi (pin/dok)
04/4/2017 21:02:08
1175

Ketika Perempuan Melingkari Kekuasaan

Harianlampung.com - Dulu, politik adalah wilayah yang relatif steril dari perempuan. Politik adalah dunia para laki-laki. Kalau ada perempuan yang bisa menduduki kursi kekuasaan politik itu karena tradisi atau keturunan misalnya Ratu Elizabeth 1 dan 2 dari Inggris, Ratu Mesir Kuno Cleopatra, Ratu Majapahit  Tribuana Tunggadewi, dan lain-lain, tulis seorang peneliti di kompasiana.

Bertahun-tahun secara tradisi, politik diwariskan dan diperebutkan di antara kaum laki-laki. Mengapa politik hanya diperuntukkan bagi laki-laki? Apakah perempuan tidak pantas untuk terjun ke dunia politik? Perebutan perluasaan wilayah kekuasaan seringkali dilakukan dengan cara peperangan, sehingga hal ini menjadikan Politik dan kekuasaan seringkali dibebankan diatas pundak laki-laki.

Tugas perempuan hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik atau konsumsi. Peran ini dilakukan berabad-abad tanpa ada gugatan dari kaum perempuan. Sekarang, sebagian besar negara memilih jalan demokrasi dalam meraih kekuasaan.

Dan kini kekuasaan tidak lagi diperebutkan melalui peperangan tetapi melalui proses pemilihan politik secara damai dimana faktor yang menentukan adalah popularitas dari si kandidat. Kalau seperti ini, maka alasan dunia politik adalah wilayah yang pantas bagi laki-laki tidak berlaku lagi.

Lalu kini, dalam tatanan demokrasi semua orang memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih. Nilai-nilai fraternity, egality dan equality menjadi prinsip utama. Kekuasaan Politik dan Subjektivitas Perempuan dalam Gerakan Counter Hegemoni. Maka perempuan memiliki hak yang sama dalam politik dan kekuasaan.

Dalam hal lain, sejarah keterlibatan wanita dalam kekuasaan bukanlah satu cerita baru, bahkan keterlibatan perempuan dalam kisahnya mempunyai andil besar yang menyebabkan terjerumus dan terusirnya ummat dari syurga.

Kisah ketika Adam masih berada di Syurga, Tuhan memerintahkan Adam untuk tidak memakan buah qulbi, akan tetapi Adam tidak dapat melaksanakan perintah tersebut ketika iblis Lucifer menggoda Adam menalui perantara seorang wanita yakni Hawa.

Rupanya iblis tahu kelemahan Adam adalah makhluk yang terbuat dari tulang rusuknya sendiri. Apa lacur Adam tak kuasa menolak rayuan sang kekasih yang sangat ia nantikan kehadirannya hingga akhirnya mereka berdua terusir dari alam kesenangan yang diciptakan untuk ummat manusia.

Kisahpun kemudian berlanjut ketika Zulaika yang tepesona ketampanan Nabi Yusuf (Yosef) seorang menteri di jaman Mesir kuno. Zulaika berusaha merebut hati sang pejabat dengan berbagai macam cara, namun apa daya ternyata hati Yusuf tidak pernah tergoda kecantikan Zulaika yang tersohor pada Zamannya.

Cara kejipun dilakukan untuk menjatuhkan citra Yusuf sebagai seorang Menteri yang sukses sekaligus bersih di mata Raja dan rakyat Mesir saat itu. Zulaika mengatur skenario untuk membuat seolah-olah ia berusaha diperkosa oleh Yusuf. Yusuf pun akhirnya harus merelakan karir yang ia bangun dari bawah hancur diakibatkan oleh seorang wanita.

Di Indonesia keterlibatan wanita dalam lingkar kekuasaan di kerajaan-kerajaan Nusantara bukanlah hal yang tabu, bahkan tak jarang wanita dijadikan sebagai upeti dari wilayah-wilayah taklukan untuk dijadikan Selir penguasa saat itu. Sejarah yang paling melegenda adalah ketika perebutan kekuasaan antara Ken Arok dan Tunggul Ametung yang melibatkan seorang wanita cantik yang bernama Ken Dedes.

Contoh skandal yang melibatkan wanita pada abad modern ini adalah ketika skandal sex Presiden Amerika Bill Clinton dan sekretaris pribadinya Monica Lewinski menggemparkan seluruh dunia. Gedung Putih yang sangat mengagungkan moralitas dan etika profesi harus tercoreng akibat ulah symbol tertinggi negara sendiri Presiden Amerika Serikat.

Walapun tidak sampai mengakibatkan karir Clinton berakhir namun dapat dipastikan membawa dampak buruk bagi citra Partai Demokrat pada pemilihan Presiden berikutya, itu terbukti terpilihnya kandidat dari partai Republik George Bush sebagai Presiden Amerika Serikat dengan mengalahkan kandidat dari Partai Clinton sendiri.

Skandal amoral ini tidak hanya terjadi dilingkungan Birokrasi Sekuler seperti Amerika Serikat namun juga merambah ke negara dunia ketiga seperti Indonesia yang dikenal dengan retorika moral dan adat ketimuran.

Banyak pejabat kita kita yang kemudian terjerumus pada lembah kehancuran akibat tidak tidak dapat menahan aspirasi arus bawah ini, seperti kita ketahui ada Yahya Zaini anggota DPR dari Golkar (2004/2009) yang mempunyai skandal sex dengan Maria Eva seorang penyanyi dangdut.

Kemudian ada Max Moein (PDIP) dengan beberapa wanita, Al Amin Nasution (PPP) dengan seorang WTS (kabarnya), dan kabar yang paling heboh adalah ketika seorang petinggi Partai Keadilan Sejahtera Ahmad Fatonah diisukan menerima gratifikasi sex dari rekanan proyek pengadaan daging sapi di Kementrian Pertanian.

Tidak cukup di situ Ahmad Fatonah akhir-akhir ini juga dikait-kaitkan dengan seorang perempuan yang bernama Ayu Azhari seorang artis nasional dan beberapa wanita lainnya akibat diduga terkait dengan proyek pengadaan sapi yang melibatkan beberapa petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kini dugaan skandal sex dan wanita di lingkungan kekusaan juga santer dikabarkan di Provinsi Lampung. Gubernur Lampung M Ridho Fichardo disebut sebut memiliki skandal dengaan perempuan lain bernama Sinta Melyani, yang kabarnya hingga melapor ke Komisi III DPR RI. Yang konon kabar terakhir Sinta telah menarik laporannya di Komisi III DPR RI, dan ramai dibiacarakan di Medsos dan media massa.

Fenomena wanita dan kekuasaan sebenarnya adalah sisi mata uang yang sama dan saling mengisi, sejarah mencatat tidak ada peradaban yang tidak melibatkan wanita sebagai salah satu pelengkap kekuasaan, terlepas apapun motifasi wanita itu masuk dalam lingkaran kekuasaan itu sendiri.  

Dan pada dasarnya perempuan bisa menjadi faktor penting bagi seorang pria untuk menjadi pribadi sukses sekaligus menjadi pria yang gagal, tentu pernyataan ini tergantung bagaimana pria memposisikan seorang wanita dalam hidupnya. Lalu kita bagaimana.?? Tabik.

(Juniardi)