GAGASAN
Andie Arief (pol/bln.doc)
14/10/2014 02:15:07
1282

Keadilan Membawa Jalan Kebaikan

Harianlampung.com -  Krisis konstitusi dan krisis politik yang terjadi akibat perbedaan suara yang tipis dalam pemilu, serta dugaan munculnya kecurangan, banyak yang terselamatkan melalui kepercayaan pada jalur hukum. Keputusan yang adil akan membawa jalan kebaikan.

Amerika Serikat, contohnya. Negara adidaya itu selamat dari krisis konstitusi saat perseteruan Al Gore dan Goerge Bush soal suara menentukan yang mengakibatkan perbedaan suara tipis di Florida.

Filipina selamat dari krisis saat perseteruan Gloria Macapagal Arroyo dan Ferdinand Poe Jr dengan perbedaan suara 3 persen di tengah indikasi kecurangan Comelec (KPU) yang membocorkan hasil pemilu yang sebetulnya hak Kongres.

Di tengah tekanan politik yang tinggi, pengumuman pemenang pemilu mundur dari jadwal yang ditentukan. Namun Kongres di Filipina dapat mengambil keputusan yang berdampak pada tidak berubahnya waktu pelantikan Presiden terpilih saat itu, 30 Juni 2004.

Ketegasan Badan Pemilihan Umum Nasional Venezuela juga menyelamatkan ketegangan politik yang hampir mengarah pada krisis konstitusi. Di pilpres 2013, Nikolas Maduro menang dengan 50,7 persen suara. Sementara itu Gubernur kota Miranda, Henrique Capriles, mendapatkan 49,1 persen suara.

Ada banyak contoh lain, dimana kecurangan dan perbedaaan suara yang tidak lebar namun kepatuhan pada putusan hukum mampu menyelamatkan bangsa.

Majelis pengadilan memeriksa setiap tuduhan kecurangan dan memutus tanpa mengesampingkan rasa keadilan. Semua negara berkeinginan pemimpinnya yang berkuasa berasal proses pemilu yang wajar dan jujur karena menyangkut legitimasi politik.

Semua negara juga berupaya mati-matian agar proses mendapatkan pemimpin yang berlegitimasi kuat itu tidak dilakukan dengan langkah tak lazim yang melampaui konstitusi.

Apa yang terjadi di Kenya pada 2007. Negara demokratis itu jatuh pada peperangan etnis pasca pemilu. Presiden incumbent Mwai Kibaki memenangkan pilpres dengan selisih suara tipis atas Raila Odinga (keduanya membawa sentimen etnis dalam berkompetisi). Pihak incumbent dituduh berkomplot dengan KPU.

Bagaimana Pilpres kita yang sudah selesai di tangan Mahkamah Konstitusi?. Saya yakin di setiap keadilan, ada jalan kebaikan. 
(nay/bln/pi)