GAGASAN
Heris Drianto (bln.doc)
14/10/2014 02:17:05
1320

JKN dan Sosialisasi

Harianlampung.com -  Program pemerintah dalam melindungi masyarakat dari segi kesehatan patut di banggakan, namun di sisi lain banyaknya kendala dilapangan masih terus mengisahkan hilangnya kepercayaan masyarakat di daerah.

Hingga saat ini masyarakat di perkotaan Bandarlampung masih bingung tentang bagaimana tata cara masuk sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasioanal (JKN) yang di percayakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) dan juga pelayanan klaimnya yang pasti ribet oleh pihak Rumah Sakit. Program  belum menyentuh masyarakat yang begitu berarti. Sejak dicanangkannya program JKN per tanggal 1 januari lalu, masyarakat masih belum banyak tahu tentang apa itu namanya program JKN. Hampir memasuki setahun ini, program JKN masih terkendala bentuk Implementasinya, terutama penolakan pasien yang notabenenya peserta JKN di tolak oleh beberapa Rumah Sakit, dan yang masih terasa aneh lagi, sungguh unik bahkan tenaga medis seorang dokter masih belum tahu tentang JKN, sehingga tidak  heran dokter tersebut enggan melayaninya. Itu di akui loh oleh kepala BPJS Lampung dr.Johana.

Beberapa waktu lalu pihak BPJS bersama pihak Dinas Kesehatan provinsi menggelar sosialisasi dan tujuan serta visi program unggulan pemerintah pousat itu, bahkan pihak BPJS sendiri berkomitmen akan memutuskan Rumah sakit yang kedapatan menolak pelayanan kesehatan bagi poeserta JKN, karna rumah sakit tersebut telah menanda tangani perjanjaian kerjasama nota kesepahaman (MoU) terhadap BPJS. Kejadian penolakan pihak Rumah sakit justru terlihat nyata oleh lapisan masyarakat Lampung, namun sejauh ini pihak BPJS belum ada tanda keseriusan sebagai bentuk komitmen akan memutuskan Rumah Sakit yang bermasalah itu. Bagaimana ini, apakah ada udang di balik batu....?

Kita ketahui, bahwa Program Jaminan Kesehatan nasional (JKN) telah dijalankan oleh Pemerintah Indonesia mulai tanggal 1 Januari 2014. Program JKN ini adalah merupakan salah satu program khusus yang berasal dari Pemerintah Indonesia yang akan membawa angin segar bagi seluruh lapisan masyarakat dan rakyat Indonesia. Dan tentunya tujuan serta manfaat dari program ini adalah bagi rakyat Indonesia secara keseluruhan.Dan yang harus diketahui, bagi masyarakat asing pun yang tinggal di Indonesia selama enam bulan, akan mendapatkan hak yang sama menjadi peserta JKN. karna JKN diperuntukan oleh semua lapisan masyarakat.

Nah, bicara tentang sosialisasi, masyarakat tahu bahwa itu belum menyentuh hingga lapisan masyarakat ke bawah, terutama di wilayah masyarakat kecamatan dan kelurahan, kita lihat saja masih adanya beberapa Puskesmas di kota Bandarlampung yang belum memahami  sisi pelayanannya. Kesimpulannya, wajar saja baik DPRD kota mupun DPRD provinsi Lampung ambil langkah tepat guna menggelar rapat dengar pendapat (Hearing) , padahal sosialisai yang efektif banyak cara yang bisa sampai hingga lapisan masyarakat bawah, bisa melalui medai elektronik ataupun media cetak, kira kira begitulah saran, sehingga program unggulan itu benar benar terasa bagi masyarakat. Ada hal yang serius yang harus dibenahi oleh pihak BPJS sendiri yaitu,memberikan seluas luasnya kepada pihak manajemen Rumah sakit,baik dokter,perawat,maupun petugas bagian adminsitrasi tentang tata cara pelayanan bagi peserta BPJS. Nah,kalau ini benar dipahami dan dijalankan sesuai prosudur maka masyarakat yang menjadi kepesertaan BPJS akan lebih percaya program JKN tersebut yan g di gadang gadangkan sebagai iuran gotong royong. Permasalahan ini semua lapisan masyarakat tau seringnya terjadi memutar balikan masalah atau membuat blunder masyarakat yang kerap oleh pihak Rumah Sakit,terutama Rumah sakit Swasta. pertanyaannya, apakah BPJS mampu melakukan itu?. Tabikpun.........!!!! 
(nay/bln)