GAGASAN
Yusuf Yazid * (helmi/dok)
01/4/2015 11:18:00
1389

Kehilangan Rasa Percaya

Harianlampung.com - Rasanya, krisis demi krisis mengancam kita. Seperti sekarang ini, dengan naik turunnya harga bahan bakar minyak (BBM). Selain karena naik turunnya harga minyak dunia, juga dihilangkannya pos subsidi BBM untuk premium,kecuali untuk solar.

Selama ini, subsidi atas premium dan solar memang diperuntukkan bagi rakyat Indonesia berpenghasilan rendah. Sayangnya, praktik-praktik penyaluran dan pendistribusiannya tidak terkontrol secara baik oleh para pihak yang bertanggungjawab melakukan itu.

Memang dampak pengurangan atas subsidi BBM bisa begitu dalam dan meluas, sehingga terapi pemecahannya pun seolah tak ada yang mujarab. Namun, kita harus realisitis menyikapinya.

Krisis ekonomi tentu tidak berdiri sendiri. Antara krisis satu dengan lainnya, saling tali temali. Dan ini yang membuatnya menjadi parah.

Krisis politik, krisis ekonomi dan selanjutnya mengilhami terjadinya krisis sosial. Begitu juga sebaliknya. Krisis tersebut semuanya bermuara pada hilangnya kepercayaan antara sesama komponen bangsa. Bukan sekedar krisis politik biasa, tetapi bisa membuka peluang untuk menggoyang fondasi persatuan bangsa.

Terasa sekali elemen persatuan kita mulai tergerus daya rekatnya. Kita tidak berharap, pilar kesatuan bangsa ini akan goyah. Tentu, tagline Kebersamaan jangan hanya sebagai slogan dan agenda di atas kertas dan podium belaka. Jangan jadikan tagline Kebersamaan sebagai retorika buat keuntungan politik belaka.

Agenda bringing back the trust (kembalikan kepercayaan) antara semua elemen bangsa, atau yang memiliki kaitan dengan krisis yang ada, perlu terus direalisasikan. Kita harus mengembalikan kepercayaan antara suku yang saling berseberangan paham. Kita harus mengembalikan kepercayaan antara orang Islam dan non-Islam yang ikut bertikai.

Ditengah melambungnya harga-harga kebutuhan pokok, kita juga harus mengembalikan kepercayaan antara orang-orang Orde Baru dan kaum yang mengklaim diri sebagai kaum reformis. Kita harus mengembalikan kepercayaan antara warga negara dengan aparat negara. Kita harus mengembalikan kepercayaan antara warga negara dengan pihak swasta, dan antara warga negera satu dengan warga negara lainnya.

Di sinilah hulu persoalan dan pangkal masalah kita. Kepercayaan antara satu dengan lainnya mulai pudar. Maka tak mengherankan, agenda gosip mudah menjalar, fitnah gampang berhembus, tuding menuding jadi menu keseharian. Ujung-ujungnya, tindakan melanggar hukum dijadikan barang halal.

*)Ketua Dewan Redaksi Polindonetwork