GAGASAN
Yusril Ihza Mahendra (harlam/dok)
06/4/2015 08:22:00
1397

Kekuasaan Tanpa Hukum = Kesewenangan

Harianlampung.com - Politisi tanpa jiwa besar membuat hukum hanya akan menjadi permainan dan alat legitimasi kepentingannya. Dalam negara hukum, semua orang harus tunduk dan patuh kepada hukum. Hukum tanpa kekuasaan takkan pernah berjalan efektif. Tapi kekuasaan tanpa hukum, yang terjadi adalah kesewenangan.

Pandangan itu disampaikan pakar hukum tata negara Prof Yusril Ihza Mahendra melalui akun twitter pribadinya, Jumat (03/04). "Hukum adalah mekanisme untuk menyelesaikan konflik melalui cara-cara damai, aman dan bermartabat," tulis Yusril.

Ia mengatakan, jiwa dari hukum adalah keadilan. Merumuskan, menafsirkan dan melaksanakan norma hukum haruslah dengan jiwa besar. Hukum terkait dengan kekuasaan. "Setiap politikus haruslah berjiwa besar untuk taat dan patuh pada hukum. Apalagi dia menjalankan aktivitasnya di sebuah negara hukum," ujar Yusril.

Jiwa besar politisi itu akan menjadi contoh bagi pengikutnya dan menjadi panutan bagi rakyatnya. Tanpa jiwa besar seorang politisi, hukum hanya akan dijadikan permainan dan alat legitimasi untuk membenarkan kelakuan yang salah dan keliru.

Hukum ditafsir-tafsirkan dan diputarbalikkan sesuka hati lalu disosialisasikan agar diterima sebagai alat legitimasi dan justifikasi. Jika ini terus terjadi, maka rusak binasalah masyarakat, bangsa dan negara. Yang ada di negara itu bukan hukum melainkan kekuasaan. Yang kuat menindas yang lemah, semaunya dan seenaknya.

"Maka yang lemahpun bertanya, untuk apakah ada negara? Apakah negara hanya alat untuk menindas yang lemah oleh tangan-tangan orang yang berkuasa? Naudzubillahi min dzalik. Kami berlindung kepada Allah dari hal yang seperti itu," tandas Yusril.
(pin/eh)