GAGASAN
Juniardi
29/11/2014 10:39:01
894

Konflik, Bukti Masyarakat Hanya Jadi Objek

Harianlampung.com - Konflik di Lampung Tengah merupakan bukti terjadi jarak antara pemerintah dan masyarakat. Masyarakat selama ini hanya dijadikan objek kepentingan proyek dan poilitik. Pembinaan, pelayanan hanya jorgan, sehingga masyarakat frustasi, terlebih pupusnya kepercayaan terhadap aparat dan penegak hukum.

"Hendaknya kasus-kasus kerusuhan, konflik antar etnis, suku, sara, tidak terjadi jika perlakuan terhadap kearifan lokal, dan pengayoman terhadap masyarakat. Di desa benar-benar tersentuh," kata Ketua Informasi Provinsi Lampung, Juniardi.

Menurut Juniardi, konflik antarsuku di Lampung bukan kali pertama. Daerah Lampung tengah itu seperti api dalam sekam. Yang terjadi di Lampung Tengah harus diselesaikan dengan pendekatan persuasif. Yakni dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

"Selain mendorong ke arah perdamaian, pendekatan persuasif juga dapat mencegah meluasnya konflik dan jatuhnya korban lebih banyak," kata alumni Magister Hukum Unila ini

Juniardi juga berharap, masyarakat tidak terpancing upaya provokatif, dan menyebar. Informasi yang menyesatkan dan memperkeruh suasana. Konflik seringkali ditimbulkan karena kesimpangsiuran informasi yang berkembang di masyarakat. Informasi yang simpangsiuran ini menyebabkan masyarakat sangat mudah ditunggangi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Sehingga kemudian masyarakatlah yang menjadi korban.

Tidak hanya di Lampung Tengah yang rawan konflik sosial. Beberapa titik lainnya di Lampung juga sangat berpotensi timbul konflik horisontal, seperti Mesuji, Tulangbawang, Kota Bumi, Lampung Timur, Lampung Selatan, dan tempat lain.

"Seharusnya ini sudah bisa dicegah sehingga potensi-potensi konflik tidak menjadi letupan-letupan," ujar Juniardi yang juga mantan wartawan ini.

Lebih lanjut Juniardi memaparkan, pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan sinergi antara pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat setempat, maupun tokoh agama.

"Mereka harus duduk bersama. Kemudian menganalisis dan menggali kearifan lokal yang bisa dijadikan sarana pemersatu di antara mereka. Sehingga peristiwa seperti di Lampung Selatan tidak terulang di daerah lain," kata Juniardi.

Juniardi menyambut positif apa yang dilakukan Pemda, para tokoh, dan para pejabat segera mengumpulkan berbagai tokoh untuk membicarakan permasalahan di Lampung Tengah.  Namun hendaknya forum-forum dialog lintas-ormas dan tokoh tersebut dimaksimalkan untuk dapat mencegah letupan dari potensi konflik di daerah lain.
(mf/nad/hl)