HUKUM
Ilustrasi (harlam/dok)
15/12/2014 17:41:32
2262

2014, Bandarlampung Tebang 43 Reklame

Harianlampung.com - Selama tahun 2014, Dinas Tata Kota Bandarlampung telah menebang 43 reklame yang melanggar Perda Nomor 14 Tahun 2008 tentang Tata Cara Peletakan Titik Reklame. Anggaran yang digunakan untuk penertiban reklame tersebut sekitar Rp50 juta. 

“Anggaran untuk penertiban reklame memang minim, jadi kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk membayar pekerja. Menebang reklame ada tata caranya, tidak sembarang orang bisa lakukan,” ujar Dekrison, Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian, dan Monitoring Distako Bandarlampung, mendampingi kepala dinasnya, Yusuf Effendi, di ruangannya, Senin (15/12).

Dekrison membeberkan, pada tahap akhir yakni sejak Juli-Desember 2014 ini, ada 11 dari 43 reklame yang timnya tertibkan. Data terakhir, antara lain billboard yang berada di median Jalan Teuku Umar di depan Pasar Koga, billboard depan Makam Pahlawan, billboard depan Tugu Juang, dan billboard depan PTPN VII.

“Kemudian ada kita tebang reklame di Jalan Sultan Agung, reklame di Jalan ZA. Pagar Alam ada di depan Darmajaya, di depan ISUZU, depan diler Jialing, depan MM UBL, dan dekat terminal Rajabasa, serta di Jalan Teuku Umar depan RSUAM. Kalau untuk 32 reklame lainnya kan sudah pernah kita ekspose,” beber Dekrison.

Disinggung terkait hasil penebangan reklame yang dilakukan Tim Penertiban Reklame yang terdiri dari Distako, BPMP, Pol PP, dan Dishub, Deskrison menyatakan, sesuai Perda No 14 Tahun 2008, material reklame tersebut menjadi milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung.

“Dalam perda, tiang-tiang dan seluruh material reklame itu menjadi milik pemda kota, tetapi karena sisi kemanusiaan, ya kalau mereka (pihak reklame, Red) minta, kita persilakan ambil. Selama ini kita letakkan dan simpan di Jalan Pulau Buton, itu di lahan fasum fasos pemda kota seluas 5.500 hektare,” jelasnya.

Deksiron mengatakan, material tersebut akan dilelang oleh satker bagian perlengkapan, untuk kemudian hasil lelang masuk ke dalam pendapatan lain-lain APBD Kota Bandarlampung.

“Itu nantinya dilelang oleh bagian perlengkapan, karena memang itu tupoksi mereka. Nah, hasil lelang itu nanti masuknya ke pemda kota sebagai pendapatan lain-lain. Tapi untuk sekrang ini belum pernah kita lakukan lelang, karena material yang kita kumpulkan belum terlalu banyak,” jelasnya.
(andi/mf)