HUKUM
Ilustrasi (harlam/dok)
16/12/2014 13:43:56
7503

Narkoba, 27 Polisi di Lampung Dipecat

Harianlampung.com - Kepolisian Daerah Lampung sepertinya tidak main-main dengan masalah narkoba. Tindakan tegas tidak hanya bagi kalangan biasa, tetapi juga berlaku untuk anggota korpsnya. Ini dibuktikan dengan memecat 27 anggota polisi dan menahan 20 polisi lainnya di daerah ini.

Hal itu diungkapkan Karo Operasi Polda Lampung, Kombes Pol. Sahimin Zainudin dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Terpadu Provinsi dan Kabupaten Kota di Gedung Pusiban, Bandarlampung, Selasa (16/12).

"Saat ini anggota yang terbukti terlibat akan langsung kami pecat. Jika melawan dalam proses penegakan hukum, meski mantan polisi atau polisi aktif sekalipun akan kami berlakukan sanksi tembak," tegasnya.

Menurut Sahimin, aparat kepolisian melakukan pemberatasan narkoba tidak pandang bulu. Siapa pun yang terlibat, termasuk anggota kepolisan, akan ditindak dengan tegas. Polda Lampung juga tidak akan menghalang-halangi proses hukum (bagi anggota polisi) yang terbukti terlibat kasus narkoba.

Pada rapat itu, Sahimin juga mengatakan, seluruh jajaran polda Lampung menyatakan perang terhadap narkoba. Hal ini ditunjukkan melalui pakta penanganan narkoba yang ditandatangani seluruh pejabat Polda Lampung.

"Pakta penanganan narkoba yang kemarin ditandatangi oleh seluruh pejabat polda, hari ini akan kami teruskan agar ditandatangani oleh seluruh anggota," ujar Sahimin.

Tindakan tegas diperlukan karena, menurut dia, pengaruh narkoba di Lampung dinilai sudah sampai pada tahap memprihatikan. Penyalahgunaan narkoba sudah masuk hingga ke desa.

"Narkoba sudah masuk ke desa. Temuan kami di lapangan, tukang becak saja sudah jadi pengedar," ujarnya seraya mengatakan, kesenjangan ekonomi yang tinggi antar-masyarakat Lampung berperan besar dalam hal tersebut.

Meski saat ini secara perekonomian Lampung berada dalam kondisi suplus, menurut dia, kondisi tersebut belum dinikmati secara merata.

Di sisi lain, bisnis narkoba menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. Sahimin lantas memberikan gambatan, misalnya, harga 1 gram heroin itu Rp800 ribu dari bandar. Oleh pengedar, paket tersebut lantas dibagi jadi empat paket hemat.

"Barang haram tersebut lantas dijual masing-masing seharga Rp300 ribu. Maka penjual sudah untung 50 persen dari modal awal," jelasnya.

Sahimin lalu menceritakan, beberapa waktu yang lalu aparat kepolisian menangkap seorang pengedar kecil di daerah. "Saat kami lakukan pengecekan ke rekening atas nama tersangka, ditemukan saldo berjumlah Rp28 milyar," ujarnya.

Narkoba merupakan musuh bersama. Karena itu, pemberantasannya juga harus melibatkan seluruh komponen masyarakat. Sahimin mengapresiasi kerjasama beberapa kepala daerah dalam pemberantasan narkoba.

"Saat ini sudah ada dua kepala daerah yang meminta untuk dilakukan sidak ke unit kerjanya. Kami segera lakukan sidak dan tes urine ke lokasi," ujarnya.
(iqbal/mf)