HUKUM
Ilustrasi (harlam/dok)
16/12/2014 20:58:59
865

JPU Hadirkan Saksi Kasus Korupsi Islamic Center

Harianlampung.com - Sidang lanjutan perkara Rehabilitasi Islamic Centre Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung tahun 2012, yang merugikan negara sebesar Rp271,9 juta dengan terdakwa Marcello, kembali digelar Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (16/12). Sidang kali ini mengagendakan mendengarkan keterangan saksi.

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Neneng Rahmandini menghadirkan saksi Jakaredi, Direktur CV R-Lima, sebagai konsultan pengawas dalam pembangunan proyek Islamic Centre tersebut .

Jakaredi mengatakan, awalnya dalam proyek tersebut ia mendapat telepon dari terdakwa Marcello. Kemudian dia mendapat pekerjaan menjadi konsultan pengawas, dengan kontrak pekerjaan Rp39 juta. “Saya menjadi Konsultan pengawas setelah pembangunan berjalan,” tuturnya di hadapan majelis hakim. 

Ia menjelaskan, adiknya, Irham yang ditugaskan mengecek pembangunan Islamic Centre tersebut. “Lalu yang mengecek adalah Irham, dan Irham memerintahkan Heri Tursilo selaku Said Engenering (SE) yang merupakan sarjana tekhnik,” jelasnya.

Terkait keterangan saksi tersebut, Majelis Hakim, Sutadji mengatakan, saksi Jakaredi tidak pernah ke lokasi dan hanya sekali mengecek dapat uang Rp39 juta?. "Ya pak saya mengutus Irham yang mengecek, lalu ditindaklanjuti Heri Tursilo. Uang saya terima setelah dipotong pajak sebesar Rp34,5 juta,” jelasnya.

Sutadji menanyakan, kemana uang yang diterima saksi untuk pengawasan yang hanya sekali tersebut. “Alangkah mudahnya saksi dapat duit puluhan juta cuma sekali ngecek. "Sudah saya kembalikan kepada Jaksa pak Hakim,” jawab Jakaredi.

JPU Neneng menerangkan, saksi yang dihadirkan juga merupakan tersangka dalam kasus yang sama. “Saksi Jakaredi sudah ditetapkan sebagai tersangka  dalam perkara ini, dan saat ini sudah ditahan di Rumah Tahanan Wayhui. Rencananya dalam waktu dekat, berkas dan tersangka akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor,” terangnya usai sidang.

Ditanya terkait uang sebesar Rp34,5 juta yang sudah dipulangkan, Neneng membenarkannya. “Ya, uang hasil kontrak  itu sudah dipulangkan kepada Jaksa. Namun berapa kerugian negara yang disebabkan terdakwa, nanti kita lihat di persidangan,” jelas Neneng.

Diketahui sebelumnya, Marcelo (53), Warga Jalan S. Parman, Kecamatan Enggal, Bandarlampung, yang merupakan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Waykanan, didakwa melakukan korupsi rehabilitasi Islamic Center tahun 2012 sebesar Rp271 juta.

Pada  tahun 2012, Dinas PU Waykanan mendapatkan dana untuk program pembangunan atau peningkatan infrastruktur wilayah strategis dan cepat tumbuh senilai Rp1,09 miliar, yang dialokasikan ke dalam kegiatan rehabilitasi Islamic Center Waykanan. 

Terdakwa selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), melakukan tindak pidana korupsi dengan modus pengadaan langsung dan memecah sebanyak 15 paket pekerjaan. Hasilnya, 10 paket pekerjaan terdapat selisih antara realisasi pekerjaan yang terpasang dengan yang tercantum dalam kontrak. Sehingga, berdasarkan penghitungan tim auditor BPKP Lampung telah terjadi kerugian negara sebesar Rp271 juta.
(doni/mnz/mf)