HUKUM
Ilustrasi (harlam/dok)
24/12/2014 10:17:41
2462

Terkait Kasus Sabu, Sipir Diberhentikan Sementara

Harianlampung.com - Maskuri Rizky, sipir Lembaga Pemasyarakatan (LP) Rajabasa, Bandarlampung, termasuk orang beruntung. Meski terkait kasus narkoba, dia hanya dihukum 10 bulan penjara. Beruntung lagi, dia hanya diberhentikan sementara dari status kepegawaiannya. 

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) Lampung, Dwi Prasetyo, Selasa (23/12), mengatakan sudah memberhentikan Maskuri sejak yang bersangkutan masuk persidangan dan menjalani proses hukum.

"Nantinya setelah keluar, akan dilakukan pemeriksaan disiplin Kemenkumham," kata Dwi Prasetyo yang dihubungi melalui telepon.

Menurut Dwi, sanksi tersebut diberikan karena Maskuri dihukum penjara selama 10 bulan. "Lain hal jika Maskuri diputus pengadilan selama lima tahun penjara. Otomatis dicopot (pecat) dari pegawai. Tidak ada sanksi penurunan jabatan atau lainnya. Setelah Maskuri selesai menjalani hukuman nanti akan diberikan hukuman disiplin," terangnya.

Dalam persidangan, Maskuri Risky  divonis 10 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Ia dinyatakan bersalah melanggar Pasal 127 Ayat (1) huruf a, UU No.35/2009 tentang Narkotika. Vonisan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa selama satu tahun kurungan.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Parman mengatakan, pada tanggal 5 Agustus 2014 sekitar pukul 16:30 WIB, Maskuri dihubungi Bambang Irawan yang mengatakan ada sabu-sabu titipan untuk saudara Pendi di dalam Lapas. Kemudian Bambang mengantarkan sabu ke rumah Maskuri.

Sabu yang dibungkus amplop dan dililit lakban itu, dikantongi Maskuri untuk dibawah ke tempat kerja, LP Rajabasa. Sekitar pukul 18:00 WIB, ia memberikan paket sabu itu kepada Bambang Triwibowo alias Pendi di sel LP kamar blok I A. Dari tugas ini, Maskuri diberi upah Rp500 ribu dan paket kecil 0,5 gram sabu.

Singkat cerita, Maskuri ditangkap kepolisian dari Polda Lampung di rumahnya. Polisi yang menangkap menemukan satu alat isap sabu (bong), uang Rp32 ribu, handphone Samsung.
(doni/mf)