HUKUM
Kompol Dery Agung Wijaya. (polindonetwork/ist)
02/12/2015 15:51:30
1025

Polresta Kumpulkan Bukti kasus Ibrahim

Harianlampung.com - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandarlampung terus mengumpulkan bukti terkait dugaan gratifikasi senilai Rp500 juta yang melibatkan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Ibrahim.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, saat ini pihaknya terus mengumpulkan data (puldata) dan keterangan terkait kebenaran dugaan itu.

"Kami sedang mengumpulkan data dan bukti untuk mengungkap kasus ini, meskipun sudah ada bukti yang menunjukkan ke arah sana tapi perlu ada tambahan lagi," kata Kasat Reskrim kepada wartawan.  

Menurutnya, setelah ini dirasa cukup, pihaknya tentu akan melakukan pemanggilan saksi setelah kasus ini ditingkatkan statusnya menjadi penyelidikan.

"Jika memang data ini dirasa sudah cukup maka kasus ini akan ditingkatkan statusnya," kata dia.

Kendati demikian, saat ini pihaknya belum bisa memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.

"Kami belum bisa memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan, karena kasusnya masih dalam puldata dan pulbaket," ujarnya.

Namun, tidak menutup kemungkinan dalam pengumpulan data ini penyidik akan melakukan pemeriksaan di kantor dinas PU, sebab ini masuk gratifikasi dan membutuhkan sejumlah data.

Sebelumnya, Polresta Bandarlampung tengah mendalami kasus dugaan gratifikasi senilai Rp500 juta yang melibatkan mantan Kepala Dinas PU Ibrahim yang dilaporkan oleh KPKAD dengan nomor laporan 2023/B/KPKAD/LPG/XI/2015 yang diterima pada Jumat (27/11).

Laporan tersebut terkait dengan anak mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung, Ibrahim atas nama AG yang menerima cek senilai Rp500 juta dari rekanan PT Satria Sukarso Waway (SSW) pada (22/6). Cek BCA KCU Metro Lampung bernomor CZ 863XXXX atas nama Selamat Riadi Tjan, selaku direktur PT.SSW.

Belakangan diketahui, pada 2015 PT.SSW memenangkan tender sejumlah proyek di PU hingga mencapai Rp30 miliar.
(tim polindonetwork)