HUKUM
RSUD Abdul Moeloek (iqbal/harlam)
16/1/2015 14:35:34
4261

Perawat RSUD Abdul Moeloek Dipukul Keluarga Pasein

Harianlampung.com - Bejo Sumarsono, perawat RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung terpaksa menjalani rawat inap selama tiga hari di rumah sakit setempat. Bejo mengalami luka memer hampri di sekujur tubuh, terutama pada bagian leher akibat dipukuli keluarga pasien yang ditanganinya.   

Kepada harianlampung.com, Bejo menuturkan, pemukulan itu terjadi Selasa malam (13/1) sekitar pukul 21.00 WIB di ruang VIP C.

Saat ini, sesuai instruksi dokter, Bejo memberikan obat jenis Ventolink kepada pasien penyakit jatung yang dirawatnya. Obat tersebut diberikan pada pasien dengan menggunakan alat Nebulizer. "Ventolink ini berfungsi untuk memperlancar pernafasan melalui metode  penguapan," kata Bejo.

Dia melanjutkan, sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, sebelum melakukan penangangan terhadap pasien, perawat diwajibkan melakukan sanitasi. "Kebetulan saat itu, saya tidak membawa tissue mas, lantas saya permisi kepada keluarga pasien untuk meminta tissue," terangnya.

Kemudian, sebelum memasangkan alat nebulizer, Bejo kembali meminta keluarga pasien membantu memasangkan colokan ke steker. Selanjutnya, ia memulai proses memasukan obat dengan metode penguapan tersebut. "Prosesnya memang lama mas, perlu sekitar 1 jam lebih sampai seluruh obat habis. Jadi obat yang asalnya cair dipanaskan oleh Nebulizer untuk menjadi uap. Uap tersebut yang kemudian dihirup untuk membantu pernafasan pasien," jelas Bejo.

Bejo kemudian pamit untuk mengontrol pasien lain. Sebelum pergi, dia kembali meminta bantuan keluarga pasien untuk menggeser meja, guna meletakan alat tersebut. Rupanya keluarga pasien kurang berkenan dengan permintaan Bejo. Keluarga pasien mengangap Bejo bertindak tidak sopan dalam memberikan pelayanan.

Sialnya, saat itu pasien justru mendadak mengalami sesak nafas. Keluarga pasien lantas menyusul Bejo ke ruang perawat. Di ruangan itu, keluarga pasien mempertanyakan SOP yang berlaku di RSUD Abdul Moeloek. "Mereka bilang ke saya, bagaimana sih prosedurnya. Ibu saya jadi sesak nafas tuh. Kalau ada apa-apa, awas ya kamu," kata Bejo menirukan ucapan salah satu anggota keluraga pasien. Sempat terjadi adu mulut antara Bejo dan keluarga pasien tersebut. 

Bejo mengaku, saat itu dia sudah meminta maaf kepada keluarga pasein."Pak bu, saya mohon maaf ya, jika sebelumnya ada tindakan yang kurang berkenan," ungkap Bejo.

Namun rupanya permintaan maaf tersebut tidak ditanggapi oleh keluarga pasien. Salah seorang keluarga pasien yang emosi, langsung  memukuli Bejo bertubi-tubi sampai terpojok ke dinding ruangan .

Menurut  Bejo dia dipukul dibagian leher, sisi kanan tubuh dan paha."Stop pak, stop,  saya bisa mati kalau terus dipukuli begini," kata Bejo. Namun pelaku  tetap saja memukuli Bejo.

Masih kata Bejo, salah seorang rekannya yang mencoba melerai justru didamprat oleh pelaku. "Jangan ikut-ikutan kamu. Kalau ibu saya mati, saya bunuh kamu," kata Bejo menirukan ucapan pelaku. Pemukulan itu baru berhenti setelah dilerai anggota keluarga lainnya. Pasca pemukukan tersebut Bejo mengeluh pusing dan sakit di sekujur tubuh.

Kemudian, Bejo melaporkan kasus pemukulan  tersebut ke Polsek Kedaton. Oleh  polsek, Bejo diminta untuk melakukan visum. Rabu pagi (14/1), Bejo mengaku sakitnya sudah tak tertahankan lagi. Akhirnya, warga Purwodadi, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Lampung Selatan ini di rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah .Abdul Moeloek Provinsi Lampung.
(Iqbal/mnz/eh)