HUKUM
Gentar Marlis, salah satu guru honorer di Batanghari (bln.doc)
14/10/2014 01:24:04
15422

200 Guru Datangi Sidang Kasus Kekerasan Siswa

Harianlampung.com -  Sidang dakwaan kasus penganiayaan oleh oknum guru terhadap siswa yang digelar Selasa (23/09) di pengadilan negeri Sukadana, Lampung Timur berlangsung khidmat. Sekitar 200 guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memberikan dukungan moral kepada Gentar Marlis yang menjadi terdakwa.

Koordinatori PGRI Sulaiman mengatakan, para guru ini datang dari berbagai sekolah yang ada di kabupaten Lampung Timur. Menurut dia, mereka sengaja datang sebagai bentuk solidaritas kesatuan guru, serta mendukung moral guru honorer di salah satu SD di kecamatan Batanghari ini (Gentar Marlis).

“Kita akan selalu hadir disetiap sidang Gentar, tujuannya agar para guru berhati-hati dalam mendidik siswa,” ujarnya.

Pada sidang yang diketuai Surono, serta Yusnawati dan Nugraha sebagai anggota majelis hakim ini. Jaksa penuntut umum (JPU), Dana Mahendra dan Lusia Nada, mendakwa Gentar dengan Undang-Undang No.23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak, juncto KUHP pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan. 

Sebelumnya, Gentar Marlis, ditahan Polres Lamtim karena dianggap melakukan kekerasan atas FR (14), murid kelas 6 SD di Batanghari.

Kronologisnya, pada tanggal 16 Juni 2014, saat sedang mengajar, dia (terdakwa) merasa terganggu adanya siswa yang ribut di luar kelas. Terdakwa lantas melempar sendal ke arah siswa yang sedang ribut tersebut.  

Lemparan itu mengenai dahi korban, yang mengakibatkan dahinya memar dan mengeluarkan darah. Atas perbuatan tersebut, orang tua korban melapor ke Polsek Batanghari yang diteruskan ke Polres Lamtim.  ((msr/nay/bln))