HUKUM
Ilustrasi (harlam/dok)
20/1/2015 19:57:43
1418

Tim Dishut Bimbing Warga Teknis Menghalau Gajah Liar

Harianlampung.com - Akhirnya Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Lampung Barat (Lambar)menurunkan tim ke  Pekon (desa) Jagaraga, Kecamatan Sukau yang diteror kawanan gajah liar.

Kawanan gajah liar dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TMBBS) itu, selama 10 hari terakhir memasuki lahan perkebuna warga setempat. Akibatnya, warga tidak berani berladang.     

Namun, Tim Dinas Kehutanan ini turun, bukan untuk menghalau secara langsung kawanan gajah liar yang memasuki lahan perkebunan warga. Tim ini, hanya memberikan pengarahan kepada masyarakat Pekon Jagaraga dan Pekon Kebagpering Raya, tentang teknis menghalau gajah liar.

"Kami hanya memberi arahan pada warga tentang teknis penghalauan saja. Misalnya dengan cara membuat jelduman (alat tradisional berbahan bambu yang dapat mengeluarkan bunyi keras seperti petasan) guna menghalau gajah yang memasuki lahan perkebunan atau permukiman. Kita juga minta warga menyalakan api dan melakukan penjagaan di malam hari,"kata Kepala Bidang Perlindungan Hutan, Dinas Kehutanan Lampung Barat, Suhartono kepada harianlampung.com,, Selasa (20/1).

Sedangkan untuk tindakan langsung menghalau gajah liar tersebut, Dinas Kehutanan Lampung Barat menuggu kedatangan tim Balai Konservari Sumber Daya Alam (BKSDA). "Untuk mengahalau gajah ini, harus ada izin BKSDA. Karen itu, kita masih menugguinstruksi BKSDA,"terang Suhartono.

Dia menerangkan, ada dua opsi cara pengusiran gajah ini. Pertama dengan menggiring langsung kawanan gajah-gajah tersebut kembali masuk ke kawasan TNBBS atau menggirinya dengan mendatangkan gajah terlatih dari Taman Nasioanl Way Kambas. "Belum tahu langkah apa yang akan kita lakukan. Sepenuhnya ada di BKSDA, tindakan apa yang dilakukan. Kita sifatanya, hanya pengamanan saja," jelasnya.

Suhartono mengakui, aksi kawanan gajah liar ini sudah sangat mengkhawatirkan. Hinga saat ini, tercatat sudah lebih 10 hektar tanaman perkebunan warga yang dirusak kawanan hewan mamalia berbelalai itu.
(Lemy/mnz/eh)