HUKUM
Balai Adat Saibatin (sulistiyo/harlam)
23/1/2015 17:27:46
1195

Hasil Pembangunan Balai Adat Saibatin Diprotes

Harianlampung.com - Hasil pembangunan gedung Balai Adat Saibatin di Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung menuai protes dari Presedium Adat Saibatin kecamatan setempat. Hasil pelaksanaan proyek yang menggunakan dana APBD Provinsi Lampung tahun 2014 sebesar Rp750 juta itu dinilai belum sesuai standar mutu yang ditentukan.

" Cat bangunan gedung balai adat ini buram, warna relif tapis Lampung pada bagian jendela harusnya tidak satu warna," kata Ketua Presidium Adat Sai Batin Kecamatan Pardasuka Rohmansyah didampingi Pemangku Adat, Pangikhan Bandakh Magha, dihadapan anggota Komisi III dan IV DPRD Kabupaten Pringsewu saat meninjau hasil pembangunan balai adat tersebut, Kamis (22/1).

Presedium Adat Saibatin Kecamatan Pardasuka berharap, anggota dewan meminta rekanan pelaksana proyek memperbaiki pekerjaannya."Kami menilai, hasil pembangunan ini belum sesuai standar yang ditentukan. Karena itu, rekanan harus memperbaikinya," terang Rohmansyah.

Anggota Komisi III dan IV DPRD Kabupaten Pringsewu sependapat dengan penilain pihak Presedium Adat Saibatin tersebut. "Proses finisingnya memang belum sempurna. Namun, saat ini masih ada tahap pemeliharaan. Karena itu, kita akan minta pihak rekanan memperbaikinya," tegas Ketua Komisi III DPRD Pringsewu, Anton Subagio pada harianlampung.com.

Hal senada diungkapkan Suherman, Wakil Ketua Komisi VI DPRD Pringsewu. Menurut dia,  setelah pihak rekanan memperbaiki hasil pekerjaannya, baru bisa diserah terimakan pada pemangku adat yang akan menggunakan balai adat tersebut.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan memanggil Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata (Disdikbudpar) Kabupaten Pringsewu untuk mengupayakan kepada Pemerintah  Provinsi Lampung agar segera merealisasikan serah terima bangunan tersebut.

Disisi lain, Ketua Presidium Adat Sai Batin Kecamatan Pardasuka Rohmansyah mengatakan, pembangunan Balai Adat Sai Batin ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap upaya  pelestarian kebudayaan daerah. "Kami berterima kasih pada Pemerintah, baik Provinsi Lampung mau pun Kabupaten Pringsewu yang telah memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan kebudayaan tradisional khususnya Lampung," ungkapnya.

Dia juga menerangkan, perencanaan pembangunan balai adat ini melibatkan masyarakat  Lampung yang tergabung dalam Presedium Adat Saibatin Kecamatan Pardasuka."Presedium memang dilibatkan untuk menyusun rencana bentuk dan ornamen bangunan balai adat ini," ungkapnya.

Sementara itu Camat Pardasuka, DM. Fitri mengatakan, pihaknya masih menunggu tindak lanjut realisasi serah terima balai adat tersebut. "Kita masih menuggu jadwal serah terima, masyarakat  memang sudah menginginkan segera dapat memanfaatkan balai adat itu,” kata DM. Fitri.
(Sulistiryo/mzn)