HUKUM
Banjir bandang Pesawaran. (dody/harlam)
24/1/2015 15:37:27
1940

7 Desa Pesawaran Dilanda Banjir Bandang

Harianlampung.com - Hujan deras yang mengguyur semalaman, menyebabkan tujuh desa di dua kecamatan berbeda di Kabupaten Pesawaran, dilanda banjir bandang setinggi sekitar 1 meter. Banjir mulai terjadi pada Sabtu (24/1) dini hari. 

Desa yang terkena adalah Padang Ratu, Kecamatan Gedongtataan, Padang Manis, Banjar Negri, Kota Dalom, Pekondoh, Pekondoh Gedung, dan Desa Batu Raja, Kecamatan Waylima.

Sampai berita ini diturunkan, tim gabungan dari berbagai satuan kerja Pemkab Pesawaran mengevakuasi jalan penghubung yang tertutup matrial sampah dan lumpur, akibat terbawa arus banjir bandang.

Kabid Sosial Pemkab Pesawaran Hendro mengatakan, gabungan satker terdiri Dinas Pertamanan dan Kebersihan, BPBD, Dinas Sosial, serta tim gabungan dari kecamatan, Tagana, dan SAR, membantu warga membersihkan rumah dan sampah.

"Tim gabungan bertugas membantu membuka akses jalan penghubung yang tertutup sampah dan lumpur, agar akses jalan bisa digunakan warga yang akan beraktifitas yang menggunakan jalan. Tim gabungan juga membantu warga membersihkan rumahnya yang terendam banjir semalam," katanya menjelaskan. 

Hendro menambahkan, rumah yang terkena banjir di Desa Padang Ratu ada 42 unit, Padang Manis (52), Kota Dalom (18), Pekondoh (40), Pekondoh Gedung (40), Gedung Dalom (2), dan di Desa Batu Raja masih dalam pendataan.

"Kita sementara ini membersihkan beberapa tampat umum dan jalan serta rumah warga, agar tidak mengganggu untuk akses warga lain, dan proses bantuan yang akan datang, terutama di jalan penghubung ini," ujarnya. 

Kepala Desa Padang Manis Ibnu Idham, yang merupakan desa parah akibat banjir bandang menjelaskan, lebih dari 50 rumah terendam banjir dan lumpur dengan ketinggian 1 meter hingga 1,5 meter.

"Ahamdulillah tidak ada korban jiwa. Tapi, hal ini menyebabkan kerugian tidak sedikit, karena ada gedung sekolah yang roboh, dan beberapa rumah warga roboh serta hanyut terbawa arus banjir," terangnya.

Yusuf (50), warga Desa Padang Manis menceritakan, ia dan keluarganya syok atas kejadian ini, karena tidak pernah terjadi lagi sejak 20 tahun silam. 

"Kalo saya tidak mengalami kerugian, saya sekeluarga hanya syock. Saya berharap pemerintah membantu warga yang lain akibat rumahnya yang hanyut," pintanya.
(dody/riz/mf)