HUKUM
Karnadi saat menunggu Rosmiati (istrinya)di rumah sakit Ryacudu (bln.doc)
14/10/2014 01:34:52
1479

Paksa Mengakui Kesalahan, JPU Pukul Terdakwa

Harianlampung.com -  Aksi main hakim sendiri biasanya dilakukan oleh warga terhadap tersangka pencurian atau sebagainya. Namun, tidak di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), aparat penegak hukum justru main pukul terhadap terdakwa. Dipaksa mengakui kesalahan, Johansah harus menerima pukulan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) ketika hendak memulai sidang.

Hal ini diungkap oleh Karnadi orang tua Johansah (terdakwa) saat menunggu Rosmiati (45) istrinya, di Rumah Sakit Daerah Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi, Rabu (24/09) malam.

Karnadi mengatakan, saat anaknya hendak menjalani sidang di Pengadilan Negeri Lampura, salah satu Jaksa memanggi anaknya untuk dipaksa mengakui kesalahan sesuai dengan apa diperintah oleh Angga (Jaksa). Akibat melihat kejadian tersebut, istrinya (Rosmiati) histeris tidak menerima perbuatan Jaksa lalu jatuh pingsan.

”Saat mau sidang, anak saya dipanggil Jaksa Angga, lalu Istri saya melihat anak saya dipukul dan dipaksa mengaku oleh Jaksa Angga, karena tidak terima istri saya histeris langsung pingsang di ruang sidang” ujarnya.

Lanjutnya, setelah kejadian itu Rosmiati terpaksa dilarikan ke RSUD Ryacudu Kotabumi untuk dirawat, dan akan dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandarlampung.

“Ya Akibat insiden buruk itu, istri saya harus dilarikan ke rumah sakit,” jelasnya.

Dia berharap, agar penegak hukum memberikan keadilan dan menghukum salah satu anggota Korps Adhiyaksa Kabupaten Lampura (Angga). Sebab, telah mencoreng lembaga hukum serta mengakibatkan kerugian kepada anak serta istrinya.

”Saya minta keadilan dan tindakan tegas, agar para jaksa tidak berperilaku kasar seperti itu. Seharusnya jaksa itu tidak boleh memaksakan kehendak dengan cara yang kejam. Penegak hukum itu jangan main hakim sendiri, jadi Jaksa itu harus memberi contoh yang baik,” ketusnya. 


((Def/Ysn/nay/bln))