HUKUM
Dinas Pendidikan (yansen/harlam)
07/2/2015 16:56:14
2536

Dana BOS Dipotong untuk Pembuatan Naskah Ujian

Harianlampung.com - Lagi ada kabar kurang sedap berhembus dari dunia pendidikan di Kabupaten Lampung Utara. Sepekan terakhir menyeruak kabar pemotangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)  untuk siswa sekolah dasar di wilayah setempat. Dalihnya untuk pembuatan naskah ujian.

Pemotangan dana BOS ini diduga dilakukan oleh oknum Forum Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Lampung Utara (UPTD). "Benar ada potongan saat kami mengambil soal ujian  di kantor UPTD. Besar potongan itu Rp11 ribu per siswa," kata salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan nama dan asal sekolahnya pada harianlampung.com, Sabtu (7/2).    

Hal senada juga diungkapkan salah satu sumber lainnya. Menurut dia, praktik pemotongan dana BOS dangan dalih untuk pembuatan naskah ujian ini sudah berlangsung lama. "Potangan model begini sebenarnya sudah lama, hampir setiap tahun selalu ada," ungkapnya.

Dia menerangkan, semestinya pihak Forum UPTD tidak membebankan sekolah atau siswa dengan menarik biaya  pembuatan naskah ujian. "Seharusnya Forum UPTD memberikan kebebasan pada sekolah untuk menggandakan sendiri naskah ujian di sekolahnya  masing-masing," terangnya.

Menanggapi ini Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Abung Selatan, Pidani tak menyangkal adanya biaya yang dikenakan pada sekolah untuk pembuatan naskah ujian tersebut. 

Menurut Pidani, kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan Forum UPTD Kabupaten Lampung Utara. "Ini hasil kesepakatan Forum UPTD. Mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2014-2015 untuk seluruh SD di Kabupaten Lampung Utara," terang Pidani pada harianlampung.com melalui telpon. 

Dia menjelaskan, pemerataan pembutan naskah ujian tersebut untuk menyamakan tingkat kesulitan soal ujian. Tujuannya agar peserta didik di seluruh Lampung Utara mendapat naskah ujian yang sama persis.

Hal senada dikatakan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Abung Barat, Markanik. Menurut dia, pemotangan untuk pembuatan naskah ujian sudah diatur dalam petunjuk teknis penggunaan dana BOS. "Pemotongan itu tidak melanggar aturan, karena sesuai dengan juknis penggunaan dana BOS," terangnya pada harianlampung.com.

Terpisah, Kepala SDN 6 Kelapatujuh, Kotabumi, Emmawati justru mengaku belum mengetahui adanya pemotangan dan BOS untuk pembuatan naskah ujian tersebut. “Saya belum tahu soal adanya pemotangan dan BOS, karan saya baru tiga bulan menjabat sebagai Kepala SDN 6 Kelapatujuh," kata Emmawati di ruang kerjanya, Sabtu (7/2).

Namun, lanjut dia, pemotangan dana BOS Rp11 ribu per siswa itu dinilai lebih murah. "Menurut saya kalau memang nilainya segitu justru lebih murah, karena kalau yang menggandakan naskah ujian langsung dilakukan pihak sekolah, bisa jadi lebih mahal dari itu," ungkapnya.
(yansen/mnz/mf)