HUKUM
Pencabulan (Ilustrasi)
17/11/2014 12:25:28
11183

Tersangka Keliaran, Korban Datangi Polres

Harianlampung.com - Keluarga korban pencabulan yang menimpa ES (21) mendatangi Polres Lampung Utara, Ahad (16/11). Mereka  mempertanyakan penanganan kasus tersebut karena tersangka masih berkeliaran.

Gonok (49) paman korban menjelaskan, kasus tersebut sudah dilaporkan korban sejak satu bulan yang lalu, dengan nomor laporan SPTL/874/B-1/X/2014/POLDA LAMPUNG/SPKT RES LU.

Dikatakannya, Herman (60), tersangka pelaku pencabulan sempat diamankan oleh Polres Lampura. Namun selang beberapa hari, warga Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, tersebut dilepas tanpa alasan yang jelas.

 "Herma itu sudah ditangkap, tapi entah kenapa kok dilepas lagi," ujarnya.

Diceritakannya, pencabulan yang menimpa ES, terjadi pada 8 Oktober lalu. Saat itu, pelaku sengaja menyembunyikan korban di kediamannya. Mengetahui itu, keluarga korban bersama warga setempat menggerebek rumah Herman.

"Kami yang menangkap pelaku, dia sedang mengurung keponakan saya di dalam rumahnya," ucapnya.

Diterangkan Gonok, keponakannya itu memiliki keterbelakangan mental, sehingga saat dicabuli, korban hanya terdiam melayani nafsu bejat pelaku.

Atas kejadian itu, keluar besar korban sangat berharap agar Aparat Kepolisian setempat dapat bekerja dengan profesional dan menghukum pelaku dengan seadil-adilnya.

"Kami sebagai masyarakat minta keadilannya, pada siapa lagi kami mengadu, jika polisi saja sudah tidak bisa dipercaya," harapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Bunyamin membenarkan, ada salah satu warga Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, atas nama ES (21) melaporkan kejadian dugaan pencabulan ke Mapolres setempat. "Kasus itu sedang dalam tahap penyelidikan," ujarnya.

Dijelaskannya, anggota penyidik telah melakukan visum terhadap korban serta pelakunya sudah dilakukan pemeriksaan dan untuk hasil lidik, pihaknya memastikan pelaku telah menjadi tersangka. 

Namun, pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap pelaku, karena adanya jaminan dari keluarga tersangka. "Tersangka tidak ditahan karena ada yang menjamin," jelasnya.

Ditegaskannya, penahan terhadap tersangka mutlak kewenangannya. Tak ada satu pun yang mampu menginterfensi. "Tanggung jawab terhadap tahanan itu kewenangan saya, Kapolda saja tidak bisa interfensi saya, Kapolres pun tidak bisa interpensi saya," kata dia dengan nada keras. 
(def/mf/bln)