HUKUM
Ilustrasi (harlam/dok)
20/2/2015 20:35:13
1100

Toko di Terminal Rajabasa Miliki Izin Jual Minuman Beralkohol

Harianlampung.com - Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Kota Bandarlampung mempertanyakan izin penjualan minuman beralkohol yang dimiliki Toko Musi Raja di Jl Kapten Abdul Haq, Terminal Rajabasa.

Menurut Kepala Divisi Ketertiban Umum Banpol PP Kota Bandarlampung, Herman Karim, tidak mudah untuk memperoleh Ijin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol (ITPMB). Karena itu, ia mengaku heran Toko Musi Raja bisa memiliki ITPMB.

Berdasarkan foto copy ITPMB yang dipegang Banpol PP Bandarlampung, Toko Musi Raja berhak menjual minuman beralkohol golongan B dan C. Artinya, ini jenis minuman dengan kandungan alkohol di atas 40 persen.

Dalam surat bernomor 510136SITP-MBIV.36VIII2013 tersebut tertera pemilik atas nama Amir. Surat ini diterbitkan dan ditandangani oleh Kadiskoperindag Paika SE MM, tanggal 13 Agustus 2013, dan berlaku hingga tanggal 13 Agustus 2016.

“Seharusnya ijin tempat penjualan minuman beralkohol hanya diterbitkan Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP). Kami sempat bingung, kok bisa Diskoperindag memberikan ITPMB kepada toko di Terminal Rajabasa,“ katanya kepada harianlampung.com, Jumat (20/2).

Herman mengatakan Diskoperindag sifatnya hanya menerbitkan rekomendasi sebagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) teknis. Penerbitannya pun tidak mudah, perlu kajian khusus dan hanya diberikan kepada tempat tertentu. Seperti diskotek, karaoke, dan hotel.

Ia mengkhawatirkan jika toko dibiarkan menjual minuman beralkohol tinggi, efeknya akan membahayakan bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Kepala Bidang Perizinan Badan Penanaman Modal dan Perizinan, Kota Bandarlampung Fahrudin menyatakan, Diskoperindag memiliki kewenangan menerbitkan ITPMB.

"Memang alurnya seperti itu. Diskoperindag menerbitkan dulu izin tempat usahanya (minuman beralkohol, red)ITPMB. Setelah ITPMB diterbitkan, pemilik usaha diwajibkan mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralokol (SIUP-MB). Nah untuk SIUP-MB ini yang jadi kewenangan BPMP," jelasnya.

Fahrudin menekankan, jika hanya memiliki ITPMB, pemiliknya tidak diperkenankan menjual minuman beralkohol. "Silakan teman-teman wartawan cek dulu, apakah Toko Musi Raya itu sudah ada SIUP-MB atau belum. Jika belum, berarti usaha itu ilegal," tegas Fahrudin.

Menurut dia, ada persyaratan khusus bagi tempat usaha yang diperbolehkan menjual minuman beralkohol. Kalau regulasi yang baru dari Kemenperindag sangat selektif, bahkan minimarket dan supermarket sekali pun tidak diperbolehkan.

"Hanya hotel, diskotek dan karaoke tertentu yang diperkenankan menjual minuman beralkohol," jelasnya.

Tentang izin ITPMB toko Musi Raya, Fahrudin mengaku belum bisa memberikan penjelasan. "ITPMB Toko Musi Raya itu kan tahun 2013. Nah, aturannya ada sendiri. Nanti kita cek dulu, termasuk apakah SIUP-MBnya ada atau tidak," katanya.
(iqbal/mf/eh)