HUKUM
Rikwanto
21/11/2014 17:49:40
4265

Mantan TNI AL Tewas Dikeroyok 10 Debt Collector

Harianlampung.com - Seorang mantan anggota TNI AL Tatang Sugiyarto tewas dikeroyok 10 orang pria di Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur. Diduga, pelakunya debt collector yang hendak menarik motor milik teman korban yang menunggak cicilan. Peristiwa terjadi pada Kamis (20/11), pukul 21.00 WIB.

"Sewaktu korban melintas berboncengan dengan temannya, Amin Jaya. Di TKP dihentikan oleh para pelaku," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Jumat (21/11).

Rikwanto menceritakan, korban dan para pelaku kemudian terlibat percekcokan. Percekcokan berlanjut hingga akhirnya korban dikeroyok para pelaku. Korban ditusuk oleh para pelaku hingga terjatuh," kata Rikwanto.

Warga yang menyaksikan peristiwa tersebut tidak bisa berbuat apa-apa karena takut dengan para pelaku. Korban selanjutnya ditolong warga ke RS Harapan Jaya. Namun korban tidak tertolong. Korban tewas dengan luka tusuk di pinggang kiri. Sementara temannya, juga mengalami luka, masih dalam perawatan di rumah sakit.

“Korban Amin Jaya mengalami luka pada telinga kanan sobek, pelipis dan kepala kanan sobek dirawat pada RS Persahabatan," kata Rikwanto.

Menurut Rikwanto, percekcokan diduga masalah kredit motor milik teman korban yang menunggak beberapa bulan. "Diduga korban Amin Jaya menunggak pembayaran angsuran motor," kata dia.

Sementara, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi Ade Rahmat Idnal, mengatakan, selisih beberapa jam dari kejadian, polisi berhasil mengamankan pelaku yang berjumlah 10 orang. "Sudah kami amankan. Diketahui, para pelaku ini berprofesi sebagai debt collector," ujar Ade, Jumat (21/11).

Menurut Ade, kejadian bermula ketika korban dimintai tolong oleh temannya yang bernama Amin. Amin meminta bantuan kepada Tatang, karena ketika sedang melintas di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, dihadang oleh sekelompok orang yang ingin mengambil motor milik Amin.

Diduga, motor milik Amin ini menunggak cicilan selama 10 bulan. Karena merasa tidak ingin motornya diambil, akhirnya Amin meminta bantuan kepada Tatang.

Selama ini, Amin mengetahui Tatang adalah Anggota Satuan Siaga Detasemen Markas Komando Armada Barat TNI-AL. "Saat datang sempat terjadi cekcok mulut, karena korban berusaha mempertahankan motor tersebut. Selain itu, diduga karena kedatangan korban malah memancing emosi dari para pelaku dan akhirnya terjadilah penganiayaan berujung kematian itu," kata Ade.
(mf/nad/imr)