HUKUM
Ilustrasi (harlam/dok)
18/3/2015 19:07:52
2345

Sidang KDRT, Oknum Pol Airud Berbelit-belit

Harianlampung.com - Ketua Majelis Hakim FX Supriyadi kesal sehingga harus menunda sidang lanjutan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selama sepekan. Karena, terdakwa Roferi Simanjuntak (32), dalam persidangan memberikan keterangan berbelit-belit.

Terdakwa yang juga anggota Pol Airud Polda Lampung, di sidang tertutup di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandarlampung, Rabu (18/3). Ia didakwa melakukan KDRT terhadap isterinya, Deanty Toyanita Butar-butar.

"Sidang kami tunda karena terdakwa berbelit-belit memberikan keterangannya. Kami beri waktu seminggu untuk terdakwa pikir-pikir mengakui perbuatannya," kata Supriyadi.

Sebelumnya, majelis hakim dengan pertimbangan kepentingan pemeriksaan, menetapkan penahanan terhadap terdakwa di Rumah Tahanan Negara Wayhui, Lampung Selatan selama sebulan.

Jaksa penuntut umum (JPU) Ponco Santoso menjelaskan, KDRT terjadi pada 6 April 2014. Korban menerima telepon dari ibu mertuanya menanyakan uang kiriman untuk korban sebesar Rp1,5 juta.

Korban mengaku belum menerima uang itu, lantas menanyakannya kepada terdakwa. Tapi, terdakwa marah dan mendorong korban hingga jatuh. Karena ketakutan, sambil menangis korban lari ke rumah Karla, tapi disarankan pulang ke rumahnya kembali.

Kemudian korban pulang ke rumah dan langsung masuk kamar untuk membereskan koper. Melihat itu terdakwa marah dan melempar ijazah-ijazah korban yang belum di masukan ke dalam koper.

"Lalu terdakwa mendorong dada korban menggunakan tangan kanannya, hingga korban terjatuh di kasur. Korban bangun dan lari ke pintu kamar, tapi terdakwa mendorong korban hingga kepala korban terbentur tembok," kata JPU saat membacakan dakwaan.

Korban lari ke depan dan menangis di jendela sambil berteriak minta tolong. Terdakwa menarik korban dan menginjak bahunya  korban.

Akibat perbuatan terdakwa, korban trauma dan pingsan. Korban diopname di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandarlampung selama sehari.
(doni/riz/eh)