HUKUM
Anton Charliyan (harlam/dok)
25/3/2015 15:18:01
911

Polri: Denny Berperan Menyuruh dan Memfasilitasi Proyek

Harianlampung.com - Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan status tersangka  atas mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana dalam dugaan korupsi proyek payment gateway. Peran Denny disebut sebagai orang yang menyuruh dan memfasilitasi proyek tersebut.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Anton Charliyan kepada pers, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (25/03). “Peran di sini, beliau yang menyuruh melakukan dan memfasilitasi vendor sehingga proyek (payment gateway) terlaksana."

Ditambahkan Anton, Denny sebagai Wamenkumham memfasilitasi 2 vendor bernama PT Nusa Inti Arta (Doku) dan PT Vnet Telekomunikasi Indonesia (Vnet) yang menampung dana proyek tersebut untuk beberapa lama.

Anton menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi, para staf di Kemenkumham sebelumnya sudah mengingatkan Denny di dalam rapat kalau proyek semacam itu sudah pernah ada dan akan merugikan apabila tetap dilakukan. “Sebelumnya sudah diingatkan apabila proyek ini dilaksanakan akan kurang menguntungkan," kata Anton.

Namun Denny tetap melaksanakan proyek tersebut. Diterangkan, dalam poroses proyek payment gateway tersebut kemudian berjalan dengan membuka rekening atas nama vendor untuk menampung dan memendam dana pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp32.693.695.000 selama beberapa waktu sebelum diserahkan ke bendahara negara.

Semestinya dana PNBP langsung diserahkan ke bendahara negara tanpa melewati rekening siapapun terlebih dulu selama beberapa waktu. Selain itu, juga terdapat pungutan tidak sah sebesar Rp605 juta yang mengalir ke rekening vendor. Anton mengatakan penampungan dana dan pungutan tidak sah tersebut menguntungkan para vendor.

Ditambahkannya, tim penyidik saat masih mengaudit berapa kerugian negara yang dialami oleh kasus korupsi tersebut. Tim juga masih mengembangkan kasus untuk mencari keterlibatan pelaku lain yang memungkinkan menjadi tersangka. “Bukan hanya satu, tapi baru satu tersangkanya," terang Anton.
(pin/eh)