HUKUM
Ilustrasi (harlam/dok)
04/12/2014 17:24:08
7701

Polda Siap Bantu Korban Perdagangan Manusia

Harianlampung.com - Polda Lampung menyatakan segera mengecek kebenaran berita adanya warga Lampung yang menjadi korban tindak pidana perdagangan manusia di Malaysia beberapa waktu lalu.

Kedubes RI di Malaysia menyebutkan, pada 11 November lalu bersama Polisi Diraja Malaysia (PDRM) berhasil menyergap di sebuah apartemen. Di tempat itu ada 53 orang warga negara Indonesia (WNI) dan seluruhnya perempuan, yang akan diperdagangkan ke beberapa negara Timur Tengah.

Mereka sebagian besar berasal dari Lampung, Sumbawa Barat, serta ada  dari Jawa Barat, Lombok, dan Tangerang. Enam orang diantaranya sudah mendapatkan visa ke Timur Tengah, lima visa dari Uni Emirat Arab dan satu visa dari Irak.

Sisanya belum mendapatkan visa dan ditampung di sebuah apartemen untuk menunggu pengurusan visa yang dilakukan kelompok jaringan perdagangan manusia itu.

Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulisiyaningsih mengatakan, Kamis (4/12), pihaknya belum menerima laporan lengkap soal itu, tapi siap memfasilitasi penjemputan hingga pemulangan korban ke tempat asalnya di Lampung.

"Kalau memang ada korban dari Lampung, kami siap memfasilitasi penjemputan. Keluarga korban pun boleh mendatangi bagian pengaduan Polda Lampung," kata dia.

Informasi dari Bareskrim Polri, beberapa orang yang terlibat dalam kelompok perdagangan manusia ini sudah berhasil ditangkap, tapi masih ada beberapa yang belum tertangkap.

Kini 39 WNI yang hampir menjadi korban perdagangan manusia itu  menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri untuk dimintai keterangan.

Sesuai prosedur, mereka akan dikirim ke shelter (rumah perlindungan) sebelum dikirim pulang ke daerah asal masing-masing.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kedutaan Besar RI di Malaysia berhasil menggagalkan upaya tindak pidana perdagangan manusia, dengan sejumlah WNI di Malaysia yang menjadi korban hampir dikirim ke beberapa negara di Timur Tengah, di antaranya berasal dari Lampung.

"Kami ingin menyampaikan tentang upaya penanganan tindak pidana

penyelundupan orang (TPPO) di Malaysia, yang melibatkan warga Indonesia sebagai korban dalam kasus kejahatan tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Michael Tene, di Jakarta, Rabu (3/12).

Ia menyampaikan, ada 39 WNI yang dipulangkan ke Indonesia setelah hampir menjadi korban TPPO. Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia mengawal kepulangan 39 WNI itu kembali ke Tanah Air.

"Kepulangan ini adalah gelombang yang kedua, karena Sabtu kemarin kami sudah memulangkan 14 orang," kata Wakil Duta Besar Indonesia di Kuala Lumpur Hermono.

Keberhasilan pemerintah menggagalkan TPPO itu berawal dari informasi yang diterima Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Damaskus tentang praktik perdagangan manusia.
(riz/r5/mf)