HUKUM
AKBP Sulistyaningsih (harlam/dok)
06/12/2014 15:40:48
6462

Polda Belum Terima Kabar Soal 2 Provokator

Harianlampung.com - Hingga saat ini Polda Lampung belum menerima kabar tertangkapnya dua pelaku provokator kerusuhan antarwarga Kampung Tanjung Harapan, Lampung Tengah. Diketahui, Rusdi dan Edi Supriyanto, pemicu kerusuhan tertangkap di Blitar, Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih (Sulis) menjelaskan jajarannya sudah berkoordinasi dengan Polres Malang, namun belum ada informasi mengenai itu.

"Dirreskrim yang menangani kasus ini sudah menghubungi kepolisian di sana (Malang), belum ada kabar penangkapan pelaku kerusuhan," ujar Sulis saat dihubungi, Sabtu (6/12).

Ditambahkan Sulis, jika pihaknya telah menerima kebenaran informasi itu, akan dikabarkan ke publik. "Belum ada kabar mas, nanti kalau benar ada penangkapan kita ekspose," ujarnya.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat, mengatakan kedua pria itu masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Lampung. Sejak tahun 1980, keduanya sudah merantau ke Lampung dari tempat asalnya di Blitar.

Mereka diburu polisi karena diduga kuat telah menghabisi nyawa seorang warga yang kemudian memicu terjadinya bentrok antar dusun di Lampung Tengah. “Keduanya buron kasus pembunuhan, kami amankan dari informasi masyarakat tadi pagi," terang Wahyu, Jumat (5/12).

Ditambahkannya, pihak Polres Malang telah berkoordinasi dengan Polda Lampung terkait penangkapan ini. Dalam waktu dekat, kedua pelaku bakal dibawa ke Lampung untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. “Tim dari Lampung akan menjemput kedua pelaku," ujarnya.

Dikatakan Wahyu, Rusdi dan Edi mengaku telah membunuh seorang warga sebelum terjadinya bentrok antar dusun tersebut. Pengakuan tersebut semakin menguatkan dugaan awal kedua menjadi buronan kasus pembunuhan. "Kedua pelaku mengaku telah membunuh seorang warga," ujar Wahyu.

Seperti diberitakan, bentrokan antar kampung di Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, Lampung bentrok dan menyebabkan puluhan rumah di salah satu kampung dibakar, Jumat (28/11). Peristiwa ini dipicu oleh hilangnya seorang warga yang diduga menjadi korban pembunuhan oleh warga dusun tetangganya.
(bayu/mf)