HUKUM
Ilustrasi (harlam/dok)
06/12/2014 21:14:44
8530

Polisi Saksikan Pemberkasan Honorer K2

Harianlampung.com - Ada yang tidak biasa di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara pada hari itu. Selain yang punya ruangan, M. Isya Sulharis, ada beberapa orang berseragam sipil dan anggota polisi.

Sebenarnya, tidak ada yang mengejutkan, apalagi terkait persoalan hukum. Isya Sulharis sengaja mengundang Ipda Ahmad Zaldi, Kanit Sosbud Intelkam Polres Lampung Utara. Juga, mengajak hadir Kordinator UPTD, Markani, M.Nur,dan Nasroh Kasubag Urusan Pegawaian.

Semua itu dilakukan Sulharis untuk menyaksikan penandatanganan berkas guru honorer K2. Ia merasa perlu menghadirkan saksi, termasuk anggota polisi, untuk menepis isu yang beredar tentang adanya punguran liar di Dinas Pendidikan Kabupaten Lampura, terkait dengan guru honorer K2.

“Kedatangan kami ke sini dimintai tolong sama Pak Kadis. Bukan untuk mendampingi, namun untuk menyaksikan bahwa tidak ada pungli terkait dengan guru honorer K2," ujar Zaldi kepada harianlampung.com, Jumat (5/12).

Zaldi yang didampingi dua anggota lainnya, mengaku apa yang dilakukan itu memiliki dasar hukum berupa permintaan Bupati ke Polres Lampung Utara. Intinya, polisi diminta memantau penandatanganan berkas guru honorer K2. "Kami juga sebagai tim verifikasi K2,” katanya.

Sementara Sulharis menjelaskan, tidak ada pungli dalam pemberkasan guru honorer K2.  Menurut dia, ada guru yang mungkin terlalu bergembira dan meluapkan dengan meninggalkan sejumlah uang.

"Sebagian guru mungkin terlalu senang, mungkin terlalu apa..ada yang meninggalkan uang, ada yang sepuluh ribu, ada yang dua puluh ribu dan ada yang tidak sama sekali. Apakah itu termaksuk pungli? Ditinggalin juga sama staf saya. Menurut pengakuan staf saya, seperti itu,” ujarnya.
(defri/mf)