HUKUM
Warga di DPRD Lamteng. (ferry/harlam)
08/12/2014 19:51:30
3507

Warga Minta DPRD Desak Penegak Hukum Tegas

Harianlampung.com - Perwakilan warga  empat kampung  di Kecamatan Anaktuha, Kabupaten Lampung Tengah, Senin (8/12) menemui  Komisi I DPRD setempat. Perwakilan warga  meminta  anggota Komisi I mendesak  aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap aksi-aksi  yang dapat memicu terjadinya konflik warga di kabupaten tersebut, seperti beberapa waktu lalu.

Warga menilai, insiden bentrok warga  yang  terjadi di Kecamatan Anaktuha beberapa waktu lalu, akibat lemahnya  penegakan hukum dari aparat terhadap  aksi kriminal yang terjadi.  " Di wilayah Kecamatan Anaktuha, Selangailingga, Pubian, Sendangagung, Kalirejo dan  Bangunrejo. Terutama di daerah  pedalaman  hingga saat ini masih sering terjadi aksi kriminalitas. Ini  perlu tindakan tegas dari  aparat penegak hukum," kata Dimyati  salah seorang perwakilan warga.

Menurut  Dimyati, jika hal ini terus dibiarkan bisa menjadi bom waktu  yang memicu terjadinya konflik antar warga."Banyak aksi curas  dan begal di wilayah yang saya sebutkan tadi, jika ini terus dibiarkan bukan tidak mungkin bisa terjadi kerusuhan yang lebih parah," terangnya.

Sutanto, warga yang lain, menyebutkan  selama ini banyak laporan tentang tindak kriminalitas   yang disampaikan ke polisi, justru  tak jelas penanganannya. Padahal untuk melapor mereka juga menanggung resiko yang tidak kecil."Intimidasi terhadap korban kejahatan yang melapor, dari oknum-oknum tak bertanggungjawab, selalu terjadi. Belum lagi ketidakjelasan penanganan kasus yang membuat korban kejahatan enggan melapor, " ungkapnya.

Purismono, anggota DPRD Lampung Tengah yang juga warga dari daerah pedalaman Kecamatan Selagailingga, membenarkan tingginya angka kriminalitas di wilayah setempat. Karena itu, dia mendesak  polisi segera bertindak tegas."Aparat  harus segera bertindak tegas.  Agar  kepercayaan masyarakat terhadap  aparat penegak hukum   kembali terjaga, " terangnya.

Sementara Anggota Komisi I DPRD Lampung Tengaj Sumarsono mengaku, pihaknya sedang h menjadwalkan rapat dengan   pihal Polres setempat. Menurut dia, akar masalah dari semua itu adalah narkoba dan judi. "Kalau polisi tegas, setiap kejahatan ditindak sesuai hukum yang berlaku, mudah-mudahan ini bisa segera diselesaikan. Saat ini, kesannya masyarakat apriori pada kinerja polisi. Maka kami akan mendesak agar ada perbaikan dalam penegakan hukum. Kalau kurang personil ya ditambah," papar Sumarsono.
(ferly/mnz/mf)