HUKUM
Kejaksaan Negeri Kotabumi (harlam/dok)
08/12/2014 21:16:50
6935

Kejari Kotabumi Tahan 3 Tersangka Korupsi

Harianlampung.com - Kejaksaan Negeri Kotabumi, Lampung Utara menahan tiga tersangka tindak pidana korupsi proyek pembangunan jalan jalur dua Jendral Sudirman, Kotabumi,  ‎Senin (8/12/2014) sekitar pukul 09.30 WIB. Proyek senilai Rp6,7 miliar itu dibiayai dana APBD Lampura tahun 2012.

Ketiga tersangka yang ditahan Kejari,  Zainudin (45) Kabid Bina Marga saat pengerjaan proyek tersebut, Legiono(40) sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, dan  Sulistyawan (45) selaku pengawas konsultan.

Dua  dari tiga tersangka  yakni Zainudin alias Ucok saat ini  masih aktif sebagai Kabid Bina Marga. Kemudian Legiono  saat ini menjabat sebagai Kasie Peningkatan Jalan.

Rafli Pasra, anggota tim penyidik Kejari Kotabumi  membenarkan adanya eksekusi penahanan tersebut. Ia menjelaskan, ketiga tersangka saat ini ditahan di Rutan Wayhuwi Bandarlampung.

Sebelum  ditahan, terang Rafli, ketiganya sempat diperiksa selama sekitar 50 menit, di ruang Kasie Pidsus Kejari Kotabumi.

Penyerahan ketiga  tersangka, sambung dia, dilakukan oleh Kasie Pidsus Kejari Kotabumi A. Muchlis, Kasie Pidum Edrus dan Kasie Intel Made Adyana. "Ketiganya saat ini sudah ditahan di Rutan Wayhuwi Bandarlampung selama 20 hari ke depan,"  terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, serta hasil audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, dalam pengerjaan proyek yang berlangsung selama 2 tahun ini, negara dirugikan lebih dari Rp520 juta.

Kasus ini sudah ditangani oleh kejaksaan Negeri Kotabumi sejak Desember tahun 2013. Penetapan tersangka dilakukan pada Juli 2014, berdasarkan surat nomor 54/N.8.13/FD1/07/2014 tanggal 14 Juli 2014 . "Masih ada tersangka lainnya. Nanti tunggu saja kapan akan kita tahan," tuturnya.

Sekedar mengingatkan, Kejari Kotabumi mulai melakukan penyidikan pembangunan jalur dua  Jendral Sudirman ini sejak tahun 2013 lalu.

Sejumlah pihak yang bertanggung jawab dalam persoalan tersebut telah dimintai keterangan, diantaranya ketua dan sekretaris panitia lelang serta  konsultan yang diduga terlibat  kasus tersebut.

Dalam penyidikan itu, Kejari kotabumi  menemukan indikasi  penyimpangan proyek pembangunan jalur dua di Jalan Jenderal Sudirman yang menelan biaya Rp6,7 miliar dari APBD 2012.  Penyimpangan  dalam pelaksanaan proyek tersebut  berupa ‎pengurangan volume.

Dasar penyelidikan atas proyek itu  yakni, surat perintah penyelidikan dari kepala Kejari Kotabumi,Lampung utara.

 Proyek pembangunan jalan jalur dua itu dilakukan dalam dua tahap.  Tahap pertama  tahun  2011 dan tahap kedua tahun  2012.
(defri/ mnz/mf)