HUKUM
Nina Kartini (ferly/harlam)
09/12/2014 20:38:03
3030

DPRD Lamteng Siap Transparansi Anggaran

Harianlampung.com - Terkait  Peringati Hari Anti Korupsi se-Dunia yang  jatuh pada hari Selasa  (9/12), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten  Lampung Tengah menyatakan siap melakukan transparansi anggaran di lingkup Sekretariat DPRD setempat.

Ketua DPRD Lampung Tengah Junaidi Sunardi mengatakan,  tranparansi anggaran ini sebagai betuk  dukungan jajaran legislatif terhadap upaya pencegahan tindak pidana korupsi. Termasuk  dukungan terhadap penanganan berbagai kasus korupsi oleh Kejaksaan Negeri Gunungsugih.

"Tranparansi anggaran ini penting  untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi, khususnya di lingkup Sekertariat DPRD Lampung Tengah," terang  Junaidi, Selasa (9/12).      

Dia mengakui, saat ini  transparasi anggaran di lingkup Sekretariat DPRD  Lampung Tengah  belum berjalan maksimal. Penyebabnya, lanjut dia,  pengelolan APBD tahun 2014 masih melanjutkan rancangan yang disusun anggota DPRD Periode 2009-2014.     

"Untuk tahun 2015 Insya Allah, akan kami lakukan transparansi seluruh anggaran. Nanti akan kita beritakan  melalui  media massa  tentang pengelolaan anggaran di lingkup sekretariat DPRD," tegasnya.

Stiker Anti Korupsi  

Sementara itu, Kejaksaan Negeri Gunungsugih memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia dengan membagikan stiker berisi ajakan melawan korupsi. Kegiatan yang berlangsung di aula Pemkab Lamteng itu, menurut Kajari Gunungsugih Nina Kartini, untuk mengingatkan bahaya korupsi di kalangan pejabat di daerah setempat.

"Kegiatan ini bukan hanya seremonial. Kami lakukan untuk mengingatkan bahaya korupsi, dengan cata menempelkan stiker-stiker bahaya korupsi," ujar Nina kepada wartawan, Selasa (9/12).

Di tempat terpisah, Bupati Lampung Tengah A Pairin mengatakan pihaknya mendukung  kegiatan yang dilakukan kejaksaan negeri. "Kami sangat mendukung kegiatan ini," ujarnya.

Menurutnya, tindakan korupsi ini juga dapat dikatagorikan seperti korupsi waktu. "Prilaku korupsi itu dimulai dari diri sendiri. Seperti PNS yang tidak disiplin waktu. Pulang tidak tepat waktu. Itukan sama saja tidak disiplin. Maka prilaku tidak korupsi dimulai dari diri sendiri," kata dia.
(ferly/mnz/mf)