HUKUM
Ilustrasi (harlam/dok)
11/12/2014 13:19:48
9181

Diduga Pengedar Sabu, Dua Pemuda Dicokok Polisi

Harianlampung.com - Satuan Narkoba Polres Lampung Utara mengamankan dua pemuda, RA dan SU, yang diduga pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Dari mereka, polisi menyita dua paket satu seharga Rp800 ribu, alat isap sabu-sabu, dan uang tunai Rp80 ribu.

Pemuda berusia 19 tahun warga Bukitkemuning, Kabupaten Lampung Utara, itu ditangkap polisi di parkiran salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kecamatan Bukitkemuning, Rabu (10/12) sekitar 16.30 WIB.

Kasat Narkoba Polres Lampura, AKP Jhon Kenedy mengatakan dua pemuda yang ditangkap itu, diduga sebagai bandar narkoba jenis sabu-sabu. Tersangka ditangkap saat mengisi bahan bakar minyak di SPBU dan hendak menunggu pelanggan. 

Ia menjelaskan, penangkapan terhadap kedua tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, tentang adanya aktifitas teransaksi narkoba di wilayah itu. Mendapatkan informasi tersebut, lalu petugas langsung melakukan penyisiran. Kedua tersangka berhasil diamankan berikut barang bukti.

Berdasarkan pengakuan tersangka, lanjut Jhon Kenedy, barang haram tersebut mereka beli dengan harga Rp170 ribu per paket. Namun oleh para tersangka satu paket itu dibagi menjadi lima paket kecil siap jual. Kemudian dijual dengan harga Rp300-Rp400 Ribu.

"Pengakuan para tersangka barang haram tersebut dibeli dari warga yang tinggal di wilayah Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah. Saat ini anggota telah mengantongi identitasnya. Secepatnya pelaku ditangkap," tegasnya.

Kini kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di ruang Sat-Narkoba Polres Lampura guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Para tersangka diancam dengan Pasal 114, 112, 132, Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun penjara, terang Jhon Kenedy.

Sementara dihadapan petugas, RA mengakui barang haram tersebut miliknya. Rencananya barang tersebut akan dijualnya kepada pembeli dengan harga Rp400 ribu per paket. 

"Tiga paket yang lainnya telah laku dijual. Sementara untuk dua paket tersisa itu, rencananya sore ini (kemarin, Red) ada yang mau beli. Pelanggan tidak datang, malah polisi menangkap kami terlebih dahulu," kata RA, diaminin Su.
(defri/mf)