HUKUM
Reka ulang pemicu bentrok Anaktuha. (ferly/harlam)
11/12/2014 21:12:48
4831

Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan di Anaktuha

Harianlampung.com - Kepolisian Resort  Lampung Tengah, Kamis (11/12) menggelar rekonstruksi (reka adegan) peristiwa pembunuhan yang memicu bentrok warga  dua dusun di Kecamatan Anaktuha beberapa waktu lalu. Reka ulang adegan pembunuhan tersebut dilaksanakan di Mapolres setempat.

Reka adegan dimulai dari seorang warga Dusun II Kampung Tanjungharapan, Hartoyo (DPO) Minggu (23/11) lalu, tampak duduk di perempatan dekat gardu jaga sambil memainkan ponselnya. Seorang warga lain Edy Supriyanto (tersangka) juga duduk di gardu itu.

Tiba-tiba datang dua pemuda yang berboncengan dengan sepeda motor. Salah satunya, Kurniajaya (korban) turun dari motor lalu berupaya merebut ponsel milik Hartoyo.

Reka adegan dilanjutkan hingga Wagino, Rusdiyanto dan Edi Supriyanto melakukan perlawanan terhadap Kurniajaya dan rekanya Angga Wirayuda tewas.

Selanjutnya, adegan dilakukan hingga penguburan kedua korban kerawa dekat lokasi pengungsian  korban bentrok di Desa Sumbersari, Kecamatan Padangratu.

Kasatreskrim  Polrest Lampung Tangah  AKP Harto Agung Cahyono mengatakan, reka ulang adegan  untuk mengetahui kronologi terjadinya pembunuhan untuk mempermudah proses hukum  kasus tersebut.

Menurut Kasatreskrim, selain tiga tersangka, masih ada satu tersangka lagi  bernama Hartoyo yang masuk DPO, karena saat itu berada di sekitar lokasi kejadian. "Ada 33 adegan yang direkonstruksi untuk memperjelas terjadinya pembunuhan," kata AKP Harto.

Tersangka Edy Supriyanto, usai reka ulang mengaku tak menyangka perbuatan mereka akan menjadi pemicu bentrok warga anatardusun I dan  II. "Sudah terlanjur. Saya juga sudah tidak punya apa-apa sekarang. Saya pasrah," kata Edy.

Sementera tersangka Wagino tak mau banyak bicara. Ia hanya menjelaskan hubungannya dengan tersangka lain. Wagino mengaku sebagai adik dari Rusdiyanto. Sedangkan dengan Edy adalah saudara iparnya. 

"Hartoyo itu keponakan saya. Anaknya Rusdiyanto," kata Wagino yang mengaku telah berusaha melerai korban dan Hartoyo yang berebut ponsel.
(ferly/mnz/mf)