INVESTASI
BPS jumpa pers. (bayu/harlam)
02/1/2015 13:48:48
1845

Inflasi Desember Bandarlampung, Tertinggi Selama 2014

Harianlampung.com - Pada Desember 2014, Kota Bandarlampung mengalami inflasi sebesar 2,72 persen. Inflasi ini merupakan angka tertinggi sepanjang tahun 2014 atau menempati peringkat ke-18 dari 23 kota di Pulau Sumatera.

Kepala BPS Provinsi Lampung Adhi Wiriana mengatakan, ada tujuh kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi di Kota Tapis Berseri itu. Pertama kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,93persen.

Kemudian kelompok bahan makanan sebesar 0,66persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,52 persen. Selanjutnya, kelompok makanan jadi, minuman rokok, dan tembakau sebesar 0,5 persen. Sementara, kelompok kesehatan 0,08persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,02 persen,  serta kelompok sandang sebesar 0,01 persen .

"Tujuh kelompok ini yang berperan mempengaruhi inflasi di Kota  Bandarlampung," kata Adhi Wiriana saat konferensi pers, Jumat (2/1).

Menurut Adhi, inflasi Kota Bandarlampung menempati peringkat ke-18 dari 23 kota di pulau Sumatera yang diamati perkembangan harganya.

Dari 23 Kota tersebut lanjut Adhi Wiriana, inflasi tertinggi terjadi di Tanjungpandan sebesar 3,21 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Meulaboh, Aceh, sebesar 1,17 persen.

"Komoditi yang paling dominan memberikan andil inflasi adalah bensin, cabe merah, tarif listrik, angkutan dalam kota dan antar kota. Kemudian beras, air kemasan, roti manis, dan siomay," terangnya.

Dia menerangkan, berdasarkan penghitungan indeks harga konsumen, inflasi Kota Bandarlampung terjadi karena adanya kenaikan indeks pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan yang naik 5,47 persen.

"Ini berdasarkan penghitungan inflasi tahun kalender (point to point) dan inflasi year on year (yoy) sebesar 8,36%," terangnya .
(bayu/mnz/mf)