INVESTASI
Ilustrasi (harlam/dok)
05/1/2015 08:00:47
2108

Bandarlampung Anggarankan Lampu Jalan Rp44 Milyar

Harianlampung.com - Pemerintah Kota Bandarlampung memastikan pada tahun 2015, tidak akan ada lagi pemadaman lampu jalan. Ini karena,  pemkot mengalokasikan Rp44 milyar untuk bayar rekening listrik lampu jalan ke PLN. Jumlah itu bertambah Rp10 milyar dari tahun sebelumnya yang berjumlah Rp33 milyar.

Sekretaris kota (Sekkot) Bandarlampung Baddri Tamam megungkapkan, kekurangan pembayaran tagihan lampu jalan di tahun 2014 bukan karena adanya pengurangan anggaran.

“Tapi, karena ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL) beberapa kali, sehingga ploting anggaran untuk pembayaran bulan Nopember- Desember 2014 terpakai menutupi kenaikan di bulan sebelumnya,” kata Badri, Minggu (4/1).

Selain itu, lanjut  Badri, kekurangan anggaran juga dampak dari adanya pengalihan pengelolaan lampu jalan dari masyarakat ke Pemkot.

“Misalnya, ada sejumlah lampu jalan dipasang masyarakat tapi pengelolaannya diambil oleh pemkot. Nah, jadi jumlah pembayarannya kan juga bertambah,” katanya.

Untuk menutupi kekurangan itu, pemkot telah menambah anggarannya sebesar Rp 10 miliar dari tahun sebelumnya. 

Terpisah, kepala Badan Pegelolaan Keuangan dan Asset Daerah (PKAD) Trisno Andreas megatakan, pemkot telah mebayarkan tagihan listrik peneragan jalan untuk bulan November dan kekurangan di bulan Oktober.

“Sudah dibayar Rp3,8 miliar untuk pembayaran bulan November dan kekurangan dikit dibulan Oktober,” katanya.

Diketahui, per 23 Desember 2014 PLN Cabang Tanjungkarang memutus sambungan listrik 5 ribu titik lampu penerangan jalan umum, karena pemkot Bandarlampung belum membayar tunggakan Bulan Nopember-Desember 2014.

Atas kondisi itu, Wali Kota Bandarlampung Herman HN menjelaskan, penyebab penuggakan pembayaran listrik, karena APBD 2014 tidak mencukupi untuk membayar tunggakan listrik Pemkot, sehingga menunggu pencairan dana APBD 2015. Sementara pemadaman yang dilakukan PT PLN dapat merugikan masyarakat dan perusahaan itu sendiri.

"Jangan takut tidak dibayar pemkot, pemadaman seperti itu kan merugikan PLN sendiri,"ungkapnya beberapa waktu lalu.
(andi/mnz/mf)