INVESTASI
Agus Martowardojo (polindonetwork/dok)
04/1/2016 12:47:23
792

BI: Waspadai Gejala Super Dolar di 2016

Harianlampung.com - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun ini, masih akan berada dalam tekanan. Selain adanya kenaikan suku bunga AS The Federal Reserve (The Fed) secara gradual, penurunan harga minyak juga akan menekan laju nilai tukar rupiah.  Bank Indonesia (BI), memprediksi periode super dolar alias penguatan dolar AS akan kembali terjadi.

“Di 2016 kita perlu waspada karena harga minyak dan komoditi terus ada tekanan. Harga minyak rendah membuat harga komoditi turun, kemudian waspada ada periode super dolar, yaitu dolar cenderung menguat," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo, usai Pembukaan Perdagangan Perdana Saham di Gedung BEI, Jakarta, Senin (04/01).

Meski demikian, Agus mengatakan, dampak dari kenaikan suku bunga AS pada tahun ini sudah diperkirakan sebelumnya. Meskipun akan ada tekanan, paling tidak kenaikan Fed fund rate memberikan sebuah kepastian terhadap pasar keuangan Indonesia.

“Itu sudah diperhitungkan, kita tahu bahwa itu akan gradual jadi kita mesti lebih hati-hati. Bagi Indonesia dan negara-negara berkembang, adanya kepastian bahwa setelah 9 tahun Fed fund rate naik dan akan dilakukan secara gradual itu akan memberikan kepastian," terang dia.

Lebih jauh, Gubernur BI menambahkan, yang patut diwaspadai adalah soal harga minyak yang terus turun. Penurunan ini berdampak pada komoditi-komoditi yang lain yang ikut tertekan.

"Secara umum, nilai tukar akan kembali lebih stabil, kita melihat bahwa tantangan utama rupiah masih besarnya impor dibandingkan ekspor," katanya.

Agus menambahkan, baik pemerintah maupun BI harus bersama-sama membangun optimisme di tahun 2016. "Jadi kita harus bangun optimisme, bangun Indonesia karena potensi kita besar walaupun tantangan global masih ada," tandas dia.
(pin)