INVESTASI
Peraji batu mulia (taufik/harlam)
20/1/2015 19:50:44
2160

Perajin Batu Mulia di Pasar Kotaagung Kebanjiran Order

Harianlampung.com - Menjamurnya penggemar dan pemburu batu mulia, khususnya di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, membawa berkah bagi para perajin batu mulia di kawasan Pasar Baru Kotaagung, Tanggamus.

Perajin batu mulia warga Kuripan, Dayat (47),  mengaku kebanjiran order. Mulai memotong batu hingga membuat batu menjadi liontin kalung atau cicin. Bahkan, ia mengaku menolak sebagai pesanan karena tidak tidak cukup waktu untuk mengerjakan.

Dengan alat sederhana, terbuat dari mesin dinamo untuk pemotong dan gerinda, perajin mampu membuat 8 hingga 10 buah batu cincin dalam satu hari. Harganya bervariasi mulai harga Rp25 ribu hingga Rp35 ribu.

"Tergantung kerasnya bahan batu yang dibawa pemesan," ujarnya kepada harianlampung.com, Selasa (20/1). Ia mengaku, dalam sehari bisa mengumpulkan uang ratusan ribu rupiah.

Seorang penggemar batu cincin asal Tanggamus, Purwanto (43),  berbagai macam jenis batu mulia,  kini yang sedang banyak diburu adalah batu mulai asli Tanggamus. "Kalau jenis bacan, bungur tanjungbintang (TB), rata-rata sudah pada punya," ujarnya.

Menurut Purwanto, Tanggamus sebenarnya punya batu khas, hanya sampai saat ini belum diorbitkan, karena tidak percaya kalau batu mulia akan melejit seperti sekarang.

Batu mulai asal Tanggamus diantaranya ada badar lumut, badar asem, biduri lumut dari daerah Kaurgading Pematang Sawah, giok putih dan bungur asal Putihdoh Limau, dan badar besi, badar perak asal Batubalai, Kotaagung Timur.

Bahkan ada batu yang belum diketahui jenisnya, bercorak keliling seperti ada apinya. Orang Kotaagung bilangnya batu lingkar api asal Waypanas, Kecamatan Wonosobo, terangnya.

Selain perajin, menjamurnya penggemar batu mulia  berdampak terhadap penjual batu mulia di sejumlah tempat di Kabupaten Taanggamus. Harga batu mulia pun bervaritif, berdasarkan jenisnya, mulai dari harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Di Kotaagung saat ini menjamur puluhan pedagang batu mulai, dari yang semula berjualan warung makan disulap menjadi tempat berjualan batu mulia.
(taufik/mf/eh)