INVESTASI
Adhi Wirianto (bayu/harlam)
02/2/2015 18:07:28
929

Selama Desember, Nilai Ekspor Lampung Surplus

Harianlampung.com - Nilai ekspor Provinsi Lampung pada Desember 2014 surplus. Nilai ekspor lebih tinggi dari impor dengan nilai sebesar US$133,4 juta. Peningkatan sebesar 70,3 juta dolar AS (25,34persen) dibanding ekspor November 2014.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Adhi Wirianto menjelaskan, di Bandarlampung, Senin (2/2), peningkatan tersebut dari hasil pencapaian Desember sebesar 347,8 juta dolar AS dikurangi ekspor November sebesar 277,5 juta dolar AS.

Menurut dia, dari keseluruhan nilai total ekspor tahun 2014 dari Januari sampai Desember, Provinsi Lampung berhasil membukukan sebesar US$3,89 miliar.

Perolehan tersebut berkurang sebesar 8,5 juta dolar AS (0,73 persen) dibanding tahun 2013 dengan nilai ekspor yang sebesar 3,92 miliar dolar AS, jelas Adhi.

Ia menuturkan, ekspor Provinsi Lampung terdiri lima golongan utama. Di antaranya, lemak dan minyak hewan/nabati. Kedua, kopi, teh, rempah-rempah. batu bara, ikan dan udang. Produk lainnya, olahan dari buah dan sayuran.

Kemudian, lanjut dia, kontribusi total nilai ekspor tersebut mencapai 81,46 persen. Tujuan ekspornya ke India, Belanda, Amerika Serikat, Taiwan, dan Italia. Peranan kelimanya mencapai sebesar 158,9 juta dolar AS (45,69 persen).

Sedangkan, impor Provinsi Lampung di Desember 2014 mencapai 214,4 juta dolar AS. Nilai tersebut turun sebesar 32,6 juta dolar AS (13,21 persen) dari impor November tercatat sebesar 247 juta dolar AS.

"Nilai itupun turun dari catatan bulan Desember tahun 2013 sebesar 42,6 juta dolar AS (16,56 persen) dari impor senilai 256 juta dolar AS," katanya.

Dikatakannya, penurunan paling banyak terjadi dari berkurangnya impor migas mencapai 49,65 juta dolar AS (30,01 persen). Disusul penurunan impor ampas/sisa industri makanan sebesar 1,8 juta dolar AS (14,36 persen).

Lalu, ujar dia, empat golongan utama lainnya naik, seperti impor binatang hidup naik 3,2 juta dolar AS, (17,93 persen), gandum-ganduman naik 13,1 juta dolar AS (209,31 persen), mesin/pesawat mekanik naik 6,9 juta dolar AS (100,79 persen), dan gula serta kembang gula naik 13 juta dolar AS (100 persen).

"Totalnya dari tahun 2014 dari Januari-Desember dibanding tahun 2013 meningkat sebesar 110,9 juta dolar AS (3,33 persen),"  kata Adhi.
(bayu/riz/eh)