INVESTASI
Adhi Wiriana Kepala BPS Lampung (bayu/harlam)
05/2/2015 18:26:46
2204

Ekonomi Konsumen di Lampung Meningkat

Harianlampung.com - Nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Lampung triwulan IV-2014 sebesar 106,41. Ini menunjukkan kondisi ekonomi konsumen Lampung pada triwulan IV-2014 meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung  yang diterima harianlampung.com, Kamis (5/2) menyebut tingkat optimisme konsumen triwulan ini sedikit menurun dibanding triwulan sebelumnya, ITK triwulan III-2014 sebesar 112,64.

Kepala BPS Lampung, Adhi Wiriana mengatakan kondisi tersebut menunjukkan membaiknya kondisi ekonomi Lampung."Ini diantaranya tercermin dari peningkatan pendapatan rumah tangga, rendahnya pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan," kata Adhi di ruang video conference lantai 3 BPS.

Sementara mengenai perkiraan ekonomi konsumen triwulan I-2015, kondisi ekonomi konsumen Lampung sedikit membaik dengan nilai ITK sebesar 105,93. Ini berarti konsumen Lampung diperkirakan tetap optimis terhadap perekonomian Lampung.

Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga dan rencana pembelian barang-barang tahan lama.

Diketahui, ITK merupakan yang membanggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang. ITK dihasilkan oleh BPS melalui Survey Tendensi Konsumen (STK) dan dilakukan secara berkala setiap triwulan.

Melalui ITK dapat diketahui perkembangan ekonomi terkini secara triwulan. Responden STK merupakan sub sample dari Survey Angkatan Kerja Nasional (Sakernas)khusus di daerah perkotaan.

Pemilihan sampel dilakukan secara panel antar triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar waktu.Dengan adanya perluasan sampel, nilai ITK dapat disajikan sampai level provinsi. "Upaya ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan data yang semakin beragam hingga tingkat regional (spasial antar provinsi)," tutupnya.
(bayu/mnz/eh)