INVESTASI
Gunung Anak Krakatau, potensi wisata Lamsel
13/11/2014 17:11:46
1651

Target PAD Lamsel dari Pariwisata Telalu Sedikit

Harianlampung.com - Komisi D DPRD Kabupaten Lampung Selatan menilai, target pendapatan asli saerah (PAD) dari bidang pariwisata sebesar Rp125 juta pada 2015, terlalu kecil.

Hal ini terungkap, setelah pembahasan program tahun 2015 Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparsebud) bersama Komisi D DPRD kabupaten setempat, yang berlangsung di ruang komisi D, Rabu (12/11). 

"Lampung Selatan ini besar potensi pariwisatanya. PAD Rp125 juta tidak sesuai potensi, terlalu sedikit. PAD sebesar itu bisa diperoleh dari pajak rumah makan," ungkap Ketua Komisi D Ismed Jaya Negara.

Politisi Partai Golkar ini meminta Disparsebud agar meningkatkan penerimaan daerah dari sektor pariwisata.  Disparsebud harus  pintar menggali PAD melalui potensi pariwisata yang dimiliki Lampung Selatan yang hampir 85 persen dikelillingi laut.

"Tahun depan, bisa dikatakan tahun pariwisata. Ditambah agenda program Presiden RI yakni, program kelautan maritim yang menyangkut beberapa leading sektor pariwisata. Untuk itu, Dinas Pariwisata harus pintar-pintar menggali PAD sebanyak mungkin," ucap Ismed.

Untuk memajukan pariwisata, Disparsebud dan Komisi D DPRD Kabupaten Lamsel perlu meningkatkan kemitraannya. Di antaranya dengan lebih intensif melakukan dialog dan evaluasi bersama di bidang kepariwisataan. 

Anggota Komisi D, Nanang Hermanto Hermanto meminta, dilakukan pertemuan paling tidak tiga bulan sekali guna membahas segala permasalahan maupun hasil yang dicapai dalam bidang pariwisata di Lamsel. "Jangan tiap pembahasan saja bertemu dengan DPRD," katanya.

Menurut politis PDI-Perjuangan itu, meminta pihak Disparsebud memperbaiki sarana dan prasarana penunjang untuk meningkatkan minat wisatanya ke Lampung Selatan.

"Untuk menarik wisatawan, ya sediakan dulu fasilitas yang layak. Bagaimana mau promosi, fasilitas saja belum layak dan memadai," tukasnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Disparsebud Kabupaten Lamsel, M. Darmawan mengaku, target PAD Rp125 juta itu terlalu sedikit dan tak seimbang dengan potensi pariwisata yang dimiliki Lampung Selatan. 

Sedangkan, hampir 85 persen kabupaten yang berjuluk Serambi Sumatera ini dikelilingi lautan. Tentu memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Meski demikian,  PAD sebesar itu dinilai angka yang realistis. Sebab, PAD tersebut mengalami kenaikan dari Rp115 juta pada tahun 2014.

Untuk menaikkan PAD, menuru dia, objek wisata sumber penghasilan PAD hanya dua tempat,pemandian Way Belerang dan penyewaan tempat penginapan di Pulau Sebesesi. "Tidak semua tempat pariwisata yang kami kelola," ujarnya.

Darmawan menyatakan akan mengusahakan kenaikan PAD dengan mencari terobosan dari tempat pariwisata di Lamsel. Namun, pihaknya meminta dukungan dari dewan setempat guna meningkatkan pariwisata di Lamsel.

"Saat ini, tiap tempat pariwisata dibangun sarana seperti toilet. Seperti di Belerang Simpur. Nanti, sarana dan prasarana tempat pariwisata dilengkapi fasiltas MCK," ujarnya. Sehingga wisatawan menjadi lebih nyaman saat berwisata.
(gtr/nad/imr)