INVESTASI
Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian
15/11/2014 10:55:37
950

Rp2 Triliun untuk Perbaiki Irigasi di 16 Provinsi

Harianlampung.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan dana sekitar Rp2 triliun untuk mmemperbaiki saluran irigasi di 16 provinsi di Indonesia. 

Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, perbaikan irigasi diharapkan mampu menjadi solusi terhadap masalah pertanian demi mendukung  kedaulatan pangan Indonesia.

"Memang hanya 16 provinsi, tapi semua bisa tersentuh. Karena kalau ada pupuk, ada benih, tapi tidak ada irigasi, semuanya jadi percuma. Kami pun siap mempercepat melakukan perbaikan beberapa sarana irigasi di Indonesia," katanya kepada polindonetwork di Kantor Kementan Jakarta, Jumat (14/11).

Menurutnya, perbaikan tersebut tidak bisa langsung membuahkan hasil berupa peningkatan produktivitas hasil pertanian. Sebab, memperbaiki irigasi membutuhkan waktu satu tahun. Pada wilayah-wilayah yang mendapat perbaikan irigasi tersebut diharapkan bisa dilakukan penanaman komoditas selain padi.

"Untuk memanfaatkan lahan selain padi, lahan tersebut juga bisa ditanami kedelai. Sehingga, pencapaian peningkatan komoditas selain padi bisa terlaksana," ungkapnya.

Dijelaskan,  dari total seluruh irigasi yang ada di Indonesia, hanya sebanyak 20 persen yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Sementara pemerintah daerah sebesar 50 persen dan pemerintah provinsi sebesar 30 persen.

"Kami hanya memfasilitasi untuk pembangunan infrastruktur pertanian tersier, antara lain seperti membantu untuk bahan material dalam bentuk bantuan sosial, namun bantuan tersebut sifatnya hanya sebagai stimulan saja," paparnya.

Untuk mendukung kedaulatan pangan, lanjutnya, tentu perluasan areal untuk pertanian perlu ditambah, namun tanpa harus membuka hutan. Sehingga masalah pokok yang menyebabkan kerusakan irigasi sering terlupakan. Sebenarnya hal ini harus diperhatikan karena bisa mempengaruhi irigasi di daerah hilir.

"Oleh sebab itu, konservasi untuk menjaga DAS (Daerah Aliran Sungai) harus dilakukan terus-menerus, khususnya di DAS hulu. Memang disadari hasilnya tidak bisa diperoleh dalam waktu dekat, karena ini merupakan investasi jangka panjang. Tapi tanpa adanya perbaikan di daerah hulu, mustahil kita bisa mempertahankan keberlanjutan ketahanan pangan, karena ini kunci yang penting," ujarnya.
(ev/mf/nad)