INVESTASI
TKI menunggu pemberangkatan (Ilustrasi)
17/11/2014 16:21:08
4211

Kelima Nasional, TKI Asal Lampung 12.891 Orang

Harianlampung.com - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencatat pada Januari hingga September 2014, warga asal Lampung yang menjadi TKI sebanyak 12.891 orang, atau urutan kelima secara nasional. 

Kepala Humas BNP2TKI Haryanto, Ahad (16/11), mengatakan, jumlah TKI ke luar negeri pada kurun waktu itu secara nasional sebanyak 325.821 orang, terdiri wanita sebanyak 183.828 orang, dan pria 141.993 orang. Sebanyak 55 persen bekerja di sektor formal 

Jumlah TKI terbanyak berasal dari Jabar yang mencapai 79.862 orang. TKI asal Jawa Tengah saat yang sama sebanyak 69.459 orang. Jumlah TKI asal Jateng menempati urutan kedua terbanyak setelah Jabar.

Sedangkan TKI asal Jawa Timur sebanyak 60.163 orang, menempati urutan ketiga terbanyak. Sementara Nusa Tenggara Barat terbanyak keempat sebanyak 45.163 orang.

Pengamat publik dari Universitas Lampung Dedi Hermawan beberapa waktu lalu, mengatakan, pemerintah harus mendorong TKW yang bekerja di luar negeri menjadi berdaya, memfasilitasinya melalui berbagai pendidikan dan pelatihan. Sehingga menyadari hak asasi manusia, hak-hak sebagai tenaga kerja, dan kemampuan mengadvokasi diri atas pelanggaran terhadap hak-hak tersebut. 

Pemerintah juga harus memberikan akses pelayanan yang mudah bagi para TKW yang ingin mendapatkan perlindungan dari kekerasan di tempat mereka bekerja. 

"Meningkatnya kasus-kasus TKI di luar negeri, termasuk TKW di dalamnya, memberikan indikasi  regulasi yang ada masih belum mampu mengatasi persoalan perlindungan para TKW tersebut." kata Dedi. 

Menurut data Crisis Center Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) tahun 2013, sedikitnya 13 ribu kasus saat ini menimpa TKI yang berada di berbagai negara. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 300 TKI terancam hukuman mati. Data Migrant Care (2013) menyebutkan, ada 265 TKI hingga Oktober 2013 masih menjalani proses hukum di sejumlah pengadilan di luar negeri dengan dakwaan hukuman mati. 

Sebanyak 213 TKI di antaranya di Malaysia, 33 orang di Arab Saudi, 18 TKI di China, dan 1 orang lagi di Iran. Mereka didakwa membunuh, mengedarkan narkoba, dan melakukan tindak kriminal lainnya, termasuk tuduhan sihir. 

Data-data ini, kata Dedi, memperlihatkan kelemahan negara dalam melindungi warganya yang bekerja di luar negeri. Negara kurang serius memberikan advokasi hukum kepada para TKW yang sering disebut sebagai "pahlawan devisa" ini. 

Sementara, di Lampung ada dua lokasi yang bisa dijadikan kampung Sentra Usaha TKI Purna. Pertama di Desa Taman Endah, Purbolinggo, Lampung Timur. Di desa ini ada ratusan mantan TKI Korea yang berusaha di bidang peternakan ayam petelur dan ikan lele. 

Kedua, yaitu di Desa Labuhan Ratunan, Purbolinggo, Lampung Timur yang ditempati mantan TKI Hongkong, Arab Saudi, dan Taiwan, yang mengembangkan usaha penggemukan kambing.
(din/mf/nad)