INVESTASI
Kadinkes Bandarlampung dr. Amran
18/11/2014 16:55:44
6587

Dinkes Mengajak Klinik Kerjasama Jamkesda

Harianlampung.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung mengajak kerjasama sejumlah klinik rawat inap untuk menjalankan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

"Saat ini kami mencoba menjalin kerjasama dengan klinik bersalin Mutiara Putri untuk program Jamkesda. Ke depan berkerjasama dengan klinik-klinik yang ada di Kota Bandarlampung," kata Kepala Dinkes  Kota Bandarlampung dr. Amran, Ahad (16/11).

Program Jamkesda akan dimulai pada 1 Januari 2015. Saat ini dilakukan persiapan, salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan klinik. "Kami sedang bernegosiasi dengan beberapa klinik dan rawat bersalin untuk mendukung program Jamkesda," ujarnya.

Menurut dia, sejauh ini sarana Jamkesda telah tersebar di 631 Posyandu, 28 puskesmas rawat inap, 52 puskesmas pembantu (pustu), poskeskel dan 11 rumah sakit (RS) baik negeri maupun swasta, yang telah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Bandarlampung.

"Untuk RS negeri, kami  kerjasama dengan Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM), RS A. Dadi, RS Bhayangkara, RS DKT dan RS Jiwa. Sisanya RS swasta seperti RS Urip Sumoharjo, RS Advent, RS Imanuel, RS Graha Husada, RS Pertamina Bintang Amin dan RS Medika Keluarga," katanya.

Terkait anggaran Jamkesda tahun 2015, menurut dia, jumlahnya meningkat Rp20 miliar dibandingkan dengan tahun 2014. Tahun depan anggarannya sebesar Rp60 miliar. Peningkatan anggara ini berkaitan dengan cakupan program untuk seluruh golongan masyarakat.

"Tahun 2015,  program Jamkesda juga berlaku untuk masyarakat mampu. Jadi semua tercover, tidak seperti sebelumnya yang hanya berlaku bagi warga kurang mampu," katanya.

Perkiraan anggaran, berdasarkan data penduduk yang tidak tercover pada program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sebab, untuk program Jamkesda ini, pihaknya telah menerima data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandarlampung.

"Sudah kita terima, dari BPJS juga sudah kita terima. Karena harapan kita, tidak ada jaminan ganda, jadi kalau sudah tercover di BPJS tidak kita klaim lagi dalam Jamkesda Kota," katanya.

Ia mengungkapkan,  yang tidak tercover BPJS diperkiraan ada 400 ribu orang. Mereka ini yang dijamin program Jamkesda. Program ini berlaku untuk rawat inap kelas III selama lima hari. Masyarakat hanya cukup membawa fotokopi KK dan KTP untuk kelengkapan administrasi.

"Pelayanan ini dimulai dari tingkat bawah, misalnya Puskesmas, Pustu atau Poskeskel dan Puskesmas Rawat Inap, barulah jika perlu penanganan medis lebih tinggi. Kami  akan merujuk ke rumah sakit dan dirawat di kelas III. Kecuali kalau sifatnya darurat seperti kecelakaan, bisa langsung ke tingkat rumah sakit," kata dia.

Dalam program Jamkesda ini, dijelaskannya siap untuk melayani berbagai macam jenis penyakit. Untuk operasi pun dibiayai, tetapi tetap untuk rujukan terakhir di RSUAM. Sedangkan untuk kuota per rumah sakit itu tidak ada, siapa pun yang datang untuk berobat pasti langsung dilayani.
(rr/mf/bln)