INVESTASI
PLTP Ulubelu hasilkan 140 MW listrik.
19/11/2014 13:12:16
3178

PLN Kembangkan Listrik Panas Bumi di Ulubelu

Harianlampung.com - Pada tahun 2017, pasokan listrik untuk wilayah Lampung akan bertambah sebesar ± 140 Mega Watt (MW). Pasokan ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu di Kabupaten Tanggamus.

Manager Sektor Pembagkit Bandarlampung, Tengku Kaldun mengatakan PT Perusahaan Listrik Negara bekerjasama dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) selaku pengembang, akan menambah 2 unit pembangkit PLTP di Tanggamus. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan komsumsi listrik seluruh Lampung yang masih mengalami kekurangan daya.

Dijelaskannya, sampai saat ini beban puncak listrik di Lampung dalam per harinya sebesar ± 800 MW. Sementara pasokan yang ada dari seluruh pembangkit listrik di wilayah ini baru ± 500 MW, jadi setiap hari PLN wilayah Sumatera Selatan memasok ± 300 MW agar daya atau beban puncah listrik terpenuhi.

Kaldun mengatakan, PT Pertamina menargetkan pembangkit PLTP Ulubelu, unit 3 dan 4 dengan kapasitas 2x55 Megawatt (MW) dapat beroperasi paling lambat tahun 2017.

“Target Pertamina Juni 2016 PLTP unit 3 dapat dioperasikan,dan unit 4 pada pertengahan tahun 2017. Proses pembangunannya sedang berjalan, ini guna memasok kebutuhan listrik untuk wilayah Lampung,” ujarnya di Kantor Pembangkit PLTP Ulubelu, Tanggamus, Selasa (18/11).

Lanjutnya, pada proyek ini, skema bisnis yang dikembangkan oleh  PT PGE selaku pengembang adalah menjual uap kepada PT PLN dengan masa kontrak yang cukup panjang.

Sementara untuk unit 1 dan 2, kata Kaldun, daya terpasang dan daya mampu untuk mengeluarkan sumber daya listrik sebesar 138,60 MW. “Pasokan ini dibantu dari PLTA Batutegi,” tambahnya.

Dipaparkan Kaldun, kegiatan pemboran eksplorasi di proyek PLTU Ulubelu unit 1 dan 2, dimulai sejak tahun 2007 telah menyelesaikan pemboran 25 sumur eksplorasi.

Setelah unit 1 dan 2, PLTP Ulubelu unit 3 dan 4 dengan kapasitas yang sama diharapkan juga dapat beroperasi selanjutnya karena masuk dalam daftar proyek percepatan 825 MW potensi panas bumi.

Diterangkannya, pihak PT Pertamina membangun proyek PLTP Ulubelu 3 dan 4 didanai oleh Bank Dunia. Namun demikian, tidak disebutkan besaran dana yang digelontorkan untuk proyek ini. Melalui anak usahanya, PT PGE yang menggandeng konsorsium Sumitomo-Rekayasa Industri (Rekin) untuk mempercepat proyek Ulubelu 3 dan 4.

"PGE tidak lagi sekadar menjual uap seperti halnya di Ulubelu Unit 1 dan 2. Untuk unit 3 dan 4, PGE akan sekaligus memproduksi listrik dan dijual langsung kepada PLN," ungkapnya.

Sementara Deputi Manajer Hukum dan Humas PT PLN Distribusi Lampung, Ketut Darpa mengatakan anak perusahaan Pertamina di bidang panas bumi tersebut akan menuntaskan sekitar 10 proyek hingga 2018.

Beberapa proyek tersebut di luar Ulubelu 3 & 4 meliputi, PLTP Kamojang unit 5 berkapasitas 35MW onstream pada 2015, Karaha unit 1 bekapasitas 30 MW onstream pada 2016, Lumut Balai 1& 2 berkapasitas 2 x 55 MW yang akan masuk 2016, dan Hululais 1&2 berkapasitas 2x55 MW masuk pada 2017 dan 2018.

“PGE mempersiapkan proyek PLTP Ulubelu Unit 3 dan 4 dengan potensi panas bumi yang mampu menghasilkan tenaga listrik sampai dengan maksimum 2 x 55 MW,” ucapnya.

Selain itu, saat ini juga ada 4 lokasi potensi panas bumi yang akan ditetapkan menjadi WKP Panas Bumi. Keempat lokasi tersebut adalah Wai Ratai (Provinsi Lampung), Simbolon Samosir (Provinsi Sumatera Utara), Umbul Telomoyo (Provinsi Jawa Tengah) serta Bora Pulu (Provinsi Sulawesi Tengah).

Dijelaskannya, Provinsi Lampung merupakan masuk dalam 3 besar wilayah penyumbang tenaga panas bumi. Untuk itu pihak PT PLN membuka peluang kepada investor untuk membangun PLTP di wilayah Bumi Ruwa Jurai ini.

“PLTP ini amat potensial untuk memasok kebutuhan listrik, jika kita mengandalkan PLTA itu tidak akan maksimal. Sebab, selain bendungan tujuan utamanya untuk irigasi pertanian, juga debit air untuk memutar turbin pembangkit tidak cukum, karena adanya sedimentasi,” jelasnya.

Dirinya juga mengimbau agar Pemerintah Provinsi Lampung bisa membantu PT PLN maupun pengembang, dalam upaya pembebasan lahan marga. Sebab, di wilayah Kabupaten Lampung Selatan sudah ada pengembang yang ingin membangun PLTP, namun terkendala pembebasan lahan.

“Di Rajabasa (Gunung Rajabasa) sudah ada pihak ketiga yang ingin membangun PLTP, tapi masih terkendala pembebasan lahan. Harapan kita pemerintah daerah mau membantu kita dalam penyelesaian masalah itu,” tandasnya.
(cr5/r6/mf/bln)