INVESTASI
Angkutan Kota (Helmi/dok)
19/11/2014 16:52:36
4123

Keputusan Menhub Soal Tarif, Tidak Realistis

Harianlampung.com - Organisasi Angkutan Darat (Organda) menilai keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menaikan tarif angkutan maksimal 10% tidak realistis. Perhitungan Kemenhub itu dinilai Organda sama sekali tidak jelas.

"Kenaikan sebesar 10% tidak realistis dan tanpa perhitungan yg jelas, apalagi tanpa adanya insentif untuk transportasi umum," kata Sekretaris Jenderal Organda Ardiansyah, Jakarta Rabu (18/11)

Menurut Ardiansyah, Oganda memiliki perhitungan tersendiri terkait kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp2.000. Seharusnya kenaikan tarif yang ditetapkan Kemenhub sekitar 27-32% dari tarif sebelumnya. "Perhitungan Organda berdasarkan tata cara perhitungan yang diatur dalam Permenhub No 89 Tahun 2002 tentang Mekanisme Perhitungan Tarif Angkutan Umum, kenaikan tarif adalah 27-32%," kata Ardiansyah.

Sementara itu, berdasarkan Permenhub No 52 Tahun 2006, operator dapat menaikan tarif hingga maksimal 30%. Ardiansyah berharap pemerintah konsisten terhadap peraturan yang ada.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengumumkan penyesuaian tarif angkutan umum maksimal 10% dari tarif saat ini
(pin/ftu/des)