INVESTASI
Samsat (pin/ist)
17/10/2017 11:53:10
642

Masyarakat Lampung Antusias Ikuti Program Pemutihan Pajak

Harianlampung.com - Hari pertama Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di 10 Samsat induk seluruh Provinsi  Lampung, dimulai hari ini, Selasa (17/10).

Seperti diketahui, program pemerintah pemutihan pajak PKB akan dilaksanakan selama tiga bulan yakni mulai 17 Oktober 2017 hingga 31 Desember 2017.

Antusias masyarakat Lampung terlihat dalam antrian loket samsat di Mall Boemi Kedaton (MBK) sejak 07.30, meski belum dibuka. Loket mulai beroprasi pada pukul 08.00-18.00, setiap hari termasuk termasuk Sabtu.

Nurihman (35) warga rajabasa, Bandarlampung mengatakan telah menanti program pemerintah tersebut sejak disiarkan melalui berita di Televisi pada beberapa bulan lalu.

"Waktu liat berita september kemarin, katanya ada pemutihan pajak seluruh indonesia. Tapi pas dateng ke samsat belum mulai di Lampung. Jadi pas dibuka langsung dateng ambil antrian," katanya saat ditemui di MBK.

Menurut Nurihman, program pemerintah tersebut sangat membantu masyarakat yang tidak sadar pajak. Karena dengan adanya pemutihan dapat meringankan pembayaran pajak yang telah menunggak.

"Saya nunggak pajak tiga tahun, karena waktu beli motor dari pemilik aslinya memang sudah mati," katanya.

Terpisah, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Lampung AKBP Kemas Ahmad Yani, pada acara Rapat Koordinasi Ditlantas Polda Lampung, Bapenda, dan PT Jasa Raharja dalam rangka pemberian keringanan pengurangan denda atas PKB, di Hotel Sheraton, Bandar Lampung, Senin (16/10). Mengatakan, pelayanan wajib pajak akan akan dilaksanakan satu minggu setiap harinya termasuk hari sabtu. Hal itu mengingat, jumlah pembayar pajak yang diprediksi akan lebih banyak dari hari-hari biasanya. ‚Äč"Bagi wajib pajak yang tidak bisa dilayani menjelang tutup, akan diberi nomor antrian awal hari berikutnya," katanya.

Menurut Kemas Ahmad Yamin, kendaraan yang ikut program PKB akan diberi cap pemutihan agar tak berulang ikut pemutihan dan menjadi kebiasaan menunggak pajak.

"STNK yang ikut pemutihan akan disertakan cap pemutihan sehingga jika di lain waktu ada pemutihan pajak, peserta tidak lagi bisa mengikuti program ini, agar hal ini tidak menjadi penyakit menurun bagi masyarakat," kata Ahmad Yamin.

Selain itu, semua data peserta pemutihan dimasukkan ke dalam sistem, sehingga tidak bisa lagi ikut pemutihan. Seluruh kendaraan yang akan mengikuti pemutihan juga harus hadir. "Wajib pajak yang ikut tidak akan boleh ikut pemutihan lagi, jika nanti masih ada program ini," terangnya.

Kegiatan ini dilakukan agar menjadi stimulus bagi masyarakat membayar pajak. “Semoga ini merupakan pemutihan yang terakhir agar ke depan kita semua belajar untuk mengindahkan pajak. Dengan pajak ini lah salah satunya Lampung bisa membangun,” kata dia.
(nlm/iqb)