INVESTASI
Ilustrasi
24/11/2014 09:38:17
5983

Lampung akan Manfaatkan Gas untuk Listrik

Harianlampung.com - Tahun 2015, Pemerintah Provinsi Lampung akan mendesain pemanfaatan sumber daya gas yang banyak terdapat di Bumi Ruwa Jurai untuk memenuhi kebutuhan energi listrik. 

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Arinal Djunaidi mengatakan, untuk menghemat biaya produksi, terutama dalam bidanng kelistrik, PLN bisa memanfaatkan energi gas alam yang cukup banyak tersedia di Lampung.

"Gas bisa menghemat biaya. Penggunaannya juga lebih efisien dan fleksibel dibanding pembangkit uap berbahan batu bara atau diesel yang memakai solar. Selain itu, gas juga bisa digunakan bagi industri rumah tangga kata Arinal, Jumat (21/11).

Dijelaskanya, krisis listrik yang dialami Provinsi Lampung siap diatasi oleh Perusahaan Gas Negara (PGN).

Pemprov Lampung siap mengakomodasi keinginan PGN tersebut dalam mengatasi krisis listrik yang ada di wilayah provinsi ini.

Arinal mengatakan, dengan ketersedia sumber gas yang dimiliki oleh PGN wilayah Lampung merupakan alternatif untuk mengantisipasi kebutuhan listrik bagi masyarakat, terutama bagi kebutuhan rumah tangga dan industri.

Diterangkannya,jelaskannya, terminal gas terapung yang ada di Lampung merupakan salah satu terminal gas terbesar di dunia. Oleh karena itu, Pemprov akan berkoordinasi dengan PGN untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan PLN.

"Dengan ketersedian gas yang ada, kita berharap bisa manfaatkan untuk mencukupi kebutuhan, demi proses pertumbuhan ekonomi dengan manfaatkan sumber gas yang ada di Lampung Timur," kata Arinal.

Selain itu, lanjutnya, Pemprov akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota yang juga memiliki cadangan sumber daya panas bumi, sebagai alternatif lain untuk pasokan yang dibutuhkan untuk pembangkit listrik yang ada di Lampung.

Dikatakannya, kebutuhan listrik secara matematis sangat banyak, sementara cadangan yang dimiliki sangat tipis, jadi defisit listrik sering terjadi. Untuk mengantisipasi kerusakan mesin-mesin pembangkit itu, pemprov akan mengoptimalisasi sumber panas bumi.

"Kita juga akan memperhitungkan lebih lanjut, agar tidak merusak lingkungan. Optimalisasi panas bumi ini semoga berdampak positif bagi warga. Kita akan segera sosialisasikan itu dengan baik," imbuhnya.

Sementara Humas PLN Wilayah Lampung Ketut Darpa mengatakan, asumsi perhitungan harga listrik per kWh berdasarkan sumber energi yang digunakan menunjukkan, biaya produksi gas alam hingga menghasilkan daya listrik masih lebih murah ketimbang dengan penggunaan batu bara atau BBM jenis solar.

Untuk menghasilkan daya listrik 1 kWh, biaya produksi dengan menggunakan batu bara mencapai sekitar Rp700. Jika bahan bakar yang digunakan adalah solar, maka biaya produksinya mencapai Rp3.000. Sedangkan jika menggunakan gas alam, hanya membutuhkan biaya sebesar Rp650.

"Kita harap pemerintah bisa merespon keinginan PLN untuk membangun pembangkit tenaga gas. Sebab, tanpa adanya peran serta semua pihak, krisis lisrik di Lampung sulit untuk diatasi," ujarnya. 
(cr5/r6/mf/bln)