INVESTASI
Petani karet. (harlam/dok)
17/3/2015 19:39:35
2284

Ekonomi Seret, Warga Nunggak Pajak Motor

Harianlampung.com - Kondisi perekonomian warga Mesuji, Provinsi Lampung, sedang sulit karena harga komoditas andalannya, karet dan kelapa sawit, anjlok drastis. Ini berimbas tertundanya pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB). Banyak warga terpaksa menunggak pajak karena sedikit keuntungan yang diperoleh dari hasil pertaniannya.

Padahal, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mesuji dari pajak kendaraan bermotor tahun ini ditargetkan sebesar Rp8 milyar. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu sebesar Rp6,5 milyar dengan pencapaian Rp7,188 milyar.

Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Wilayah V Mesuji, M. Roni, Selasa (17/3), menjelaskan, target ini sebenarnya bukan angka yang mudah dicapai jika melihat kondisi perekonomian warga Mesuji.

"Ini artinya kita bukan kurang menyosialisasikan pentingnya membayar pajak kendaraan, tapi masyarakat memang banyak yang menunda membayar pajak karena pendapatan mereka minus," ujar dia kepada harianlampung.com.

Menurut Roni, penghasilan masyarakat Mesuji bergantung getah karet dan sawit. Apabila harga komoditas karet, misalnya, masih Rp6.000 per kilogram, kesadaran masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor sulit diharapkan.

"Kalau harga karet bagus, masyarakat sangat sadar membayar pajak. Sekarang ini kami maklum karena dipaksakan pun, sesuatu yang mustahil," ujarnya.

Namun, soal mencapai target PAD, selaku pimpinan kantor Samsat Mesuji mencanangkan pendapatan sebesar Rp26 juta per hari. "Target kami memang minus dari yang direncanakan, tapi saya berharap bulan April hingga Juni ada lonjakan pendapatan," katanya.
(herman/riz/eh)