INVESTASI
Ilustrasi
26/11/2014 21:00:13
4786

Dishub Dikritik Tetapkan Target Terlalu Kecil

Harianlampung.com - Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, mendapat kritikan terkait pembuatan target pemasukan daerah dari sektor perparkiran. Dinas itu mengajukan target Rp15 juta selama setahun. Padahal potensinya besar.

Sorotan lain terkait pendapatan retribusi terminal yang seharusnya mendapat pemasukan signifikan. Diperkirakan pemasukan sektor ini bisa mencapai sebesar Rp500 ribu tiap hari.

Anggota Komisi III DPRD Pesawaran Eriawan, Rabu (26/11) menyoroti retribusi terminal yang terletak di Jl Ahmad Yani, Gedongtataan. Ia mempertanyakan kejelasan pendapatan rertribusi terminal per hari. Sebab, PAD tersebut hanya ditargetkan sebesar Rp140 juta setahun.

Padahal, retribusi terminal cukup signifikan, mampu menarik sebesar Rp500 ribu tiap hari. "Kita ingin PAD ini meningkat. Dengan apa yang dipaparkan Dishub, harusnya sudah waktunya, mungkin bisa dinaikkan 300 persen," ujarnya.

Dishub sebelumnya mendapat kritikan serupa dari wakil rakyat karena minimnya pemasukan PAD, belum lagi alasan kebocoran PAD dari dinas itu terkesan sebatas formalitas.

Anggota Komisi III lainnya, Supriyadi, menjelaskan, target PAD Dishub sangat minim, target yang ditetapkan dari parkir tidak masuk akal.

"Bagaimana mungkin sumber PAD dari pajak parkir se-Kabupaten Pesawaran hanya diproyeksikan sebesar Rp15 juta selama setahun, ini bagaimana?" ujar dia.

Menurut Supriyadi, pajak parkir terdapat beberapa sumber, di antaranya, pajak parkir minimarket dan rumah makan.

"PAD ini jelas bocor, kita hitung kecilnya saja, misal ada 20 minimarket di Pesawaran, 1 minimarket dikenakan Rp60 ribu selama satu bulan, kalau dikalikan sebanyak 20 minimarket, berarti total Rp120 ribu. Dikalikan 12 bulan sudah mencapai Rp15 juta, dari sini sudah sampai target," kata Supriyadi.

Anggota DPRD lainnya Bumairo, Paisaludin, dan Gunawan, menanggapi senada. Mereka menyayangkan target sekecil itu, dan mempertanyakan dana yang telah dihimpun dari pajak parkir yang bersumber dari sektor rumah makan selama ini.

Mereka menginginkan upaya Dishub menaikan PAD dan mencari sumber baru, mereka mendoktrin agar mampu lebih mampu bekerja maksimal, serta mendorong agar implikasi penarikan tidak terdapat oknum nakal menjadikan lahan keuntungan personal maupun kelompok.

Dishub mengaku berterimakasih atas kritika itu, dan berjanji mengkaji kembali. Sedangkan penggalian PAD terbaru, Dishub masih kesulitan, seperti halnya penarikan pajak parkir di Pantai Mutun sejak tahun 2011 hingga kini, pengelola  ogah membayar retribusi parkir sebesar 20 persen.
(riz/mf/imr)