INVESTASI
Tol Lampung (harlam/dok)
24/3/2015 13:05:46
2710

Tol Lampung Gusur Dua Sekolah

Harianlampung.com - Pembangunan Jalan Tol Sumatera (JTS) wilayah Lampung ruas Bakauheni-Terbanggibesar akan menggusur dua gedung sekolah dan pemakaman umum di Kabupaten Pesawaran.

Kedua sekolah itu terletak di Desa Batanghari Ogan, Kecamatan Tegineneng, yaitu SD Negeri 2 dan SMK Negeri 1 Tegineneng.

Menurut Tauhidi, Ketua Ketua Tim II persiapan pembebasan lahan Jalan Tol Sumatera (JTS) wilayah Lampung ruas Tenineneng-Terbanggibesar,  fasilitas umum dan fasilitas sosial yang dilalui jalur Tol Lampung akan dipindah ke lokasi lain.

“Ya, kita tetap menggunakan masterplan jalur yang dibuat oleh pihak PT Hutama Karya selaku pengembang,” kata Tauhidi di ruang kerjanya, Senin (23/3).

Asisten I Bidang Pemerintah Pemprov Lampung ini menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten setempat mengenai hal tersebut.

Dikatakannya, berdasarkan laporan Edyson, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bupati Pesawaran Aries Sandi Dharma Putra tidak mempersoalkan itu.

"Kata pak Bupati suruh jalan terus. Sesuai dengan ketentuan. Jadi kami tetap menggunakan jalur sesuai yang telah ditetapkan, dan nantinya fasilitas umum tersebut akan diganti," jelas dia.

Sementara untuk mengejar target ground breaking Tol Lampung April 2015 ini. Tim persiapan pembebasan lahan JTS wilayah Lampung ruas Bakauheni-Terbanggibesar terus bekerja.

Bahkan, saat ini Tim II yang dipimpin Tauhidi, sudah melakukan tahap kedua pengukuran jalur Tol Lampung. “Kita sudah masuk pengukuran ROW (lebar jalan/kiri-kanan Tol), yang dibarengi dengan centerline (pematokan),” kata dia.

Dijelaskan dia, untuk pengukuran ROW di Kabupaten Pesawaran mencapai 10 kilometer, sementara di Kabupaten Lampung Tengah sepanjang 7 kilometer. “Target penyelesaian pengukuran kita tetap 30 Maret,” tegas Tauhidi.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung ini menyatakan ground breaking Tol Lampung ini tetap dilakukan di Bakauheni, Lampung Selatan. Sebab, lahan yang digunakan sepanjang 1 kilometer sudah mendapat persetujuan dari pihak ASDP dan mantan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP.

Menurut dia, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo juga telah mengusulkan ground breaking ini kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Pak Gubernur sudah berkordinasi dengan Menteri PU, nanti usulan ground breakin di Bakauheni ini disampaikan langsung ke Presiden oleh kementerian PU,” jelas dia.

Dia menambahkan, untuk tanah warga yang belum memiliki sertifikat, itu menjadi tugas tim appraisal untuk menilai tanah yang belum bersertifikat atau yang baru memiliki akta jual beli.

"Untuk tanah tidak punya sertifikat tidak jadi hambatan itu nanti tugas tim apprisal menilai berapa kira-kira harganya," kata dia

Yang penting lanjut dia kepala desa mengetahui bahwa tanah tersebut milik warganya. "Makanya kepala desa itukan dilibatkan sebagai anggota tim pembebasan,biar nanti tim apparaisal itu melakukan hitung-hitungan," papar Tauhidi.

ditambahkan dia, Tol Lampung ruas Tegineneng-Terbanggi besar rencananya akan memiliki 3 pintu masuk, yakni di Kecamatan Trimurjo, Kota Metro, Terminal Benta Subing, dan Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah.
(bayu/andi/mf)